mediatotabuan.co, Kotamobagu – Organisasi Kesehatan Dunia atau Worid Health Organization (WHO), telah mencabut status Darurat Covid-19 atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), pekan lalu.
Menyikapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, dr Wahdania Mantang, bersyukur dengan dicabutnya status Darurat Covid-19 yang menjadi momok sekitar tiga (3) tahun terakhir.
“Alhamdulillah,” ucapnya.
Menurut Direktur Umum (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu ini, dicabutnya statis Darurat Covid-19 ini, dikarenakan kasus yang memakan jutaan nyawa manusia ini, mulai menurun
“Kasus Covid berangsur-ansur menurun,” kata Mami Koken sapaan akrab dr Wahdania.
Selain itu lanjutnya, capaian vaksinnasi Covid-19 sudah meningkat serta terbentuknya hart imunisasi.
Namun, kata dr Nia, kendati status kegawatdaruratan pandemi sudah dicabut, pemerintah tetap mengedepankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
“WHO juga menegaskan perlunya masa transisi untuk penanganan Covid-19 jangka panjang, diantaranya dengan surveilans kesehatan di masyarakat, dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan obat-obatan, serta mempersiapkan kebijakan kesehatan lainnya, sebagai upaya ketahanan kesehatan nasional termasuk Kota Kotamobagu dan kesiapsiagaan atas kemungkinan adanya pandemi di masa yang akan datang,” kata dr Nia.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat Kota Kotamobagu meski status Darurat Covid-19 telah dicabut, namun tetap memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan.
“Upaya vaksinasi juga terus dijalankan terutama untuk meningkatkan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang paling berisiko,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr Siti Nadia Tamizi M.Epid mengatakan, pemerintah terus mempersiapkan langkah langkah pencabutan status pandemi sesuai dengan Strategi Kesiapsiagaan dan Respon COVID-19 2023-2025 yang telah disiapkan oleh WHO sebagai pedoman negara-negara.
Bahkan, menurutnya Dirjen WHO menyampaikan persiapan Indonesia dipandang baik dalam menghadapi transisi pandemi ke endemi.
“Virus COVID-19 masih ada di sekitar kita, sehingga masyarakat harus tetap waspada. Kelompok lansia dan pasien dengan penyakit penyerta masih memiliki resiko paling tinggi, sehingga vaksinasi harus tetap dilakukan,” katanya.
“Pemerintah juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat, termasuk para tenaga kesehatan, yang telah bekerja keras dan berkorban tanpa kenal lelah menghadapi pandemi Covid-19,” tambahnya.
Penulis: Gito Simbala






Comment