mediatotabuan.co, Kotamobagu – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, melalui , Tim Percepatan Penanganan Penurunan Stunting Kota Kotamobagu, nampaknya berbuah hasil.
Pasalnya, dari data Survey Status Gizi (SSGI) Tahun 2022, Stunting di Kota Kotamobagu mengalami penurunan dibandingakan Tahun 2021.
“Jumlah prevalensi stunting untuk Kota Kotamobagu berdasarkan data SSGI di Tahun 2022 tercatat 22,9 persen, angka ini turun dibandingkan Tahun 2021 sebesar 25,1 persen,” ungkap Sekretaris Darah (Sekda) Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta SH ME, Selasa (30/05/2023).
Selai itu kata Sofyan Mokoginta, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Prevalensi Stunting Kotamobagu Tahun 2022 sebesar 2,69 persen.
“Kalau berdasarkan data E-PPGBM yang memuat data hasil pengukuran dan pelaporan gizi yang di-entri setiap bulannya oleh pengelola gizi di tiap Puskesmas, angka prevalensi kita tercatat 2,69 persen dengan sasaran 7.026 balita dan telah dilakukan pengukuran sebanyak 7.020 balita atau sebesar 99,9 persen. Ini kondisi real yang ada,” katanya.
Menurutnya, berbagai upaya yang telah dilakukan adalah bentuk komitmen Pemkot Kotamobagu dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Kota Kotamobagu.
“Tentu dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu atas petunjuk serta arahan Ibu Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, serta akselerasi, kerjasama dan kolaborasi semua stakeholder yang terlibat, diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Kota Kotamobagu,” harapnya.
Penulis: Gito Simbala






Comment