Terlanjur sebutan negatif di kota kerang. Wali Kota Waris Tholib ngotot jadikan daerah ini sebagai tempat para santri dan ulama.
Wali Kota Tanjungbalai Waris Tholib kunjungi kediaman almarhum Chairul Nanang Junaidi, seorang bocah penghafal atau hafiz lima Kis Alquran.
Kediaman almarhum terlihat dalam suasana duka. Sanak saudara masih berkumpul, menghibur kedua orang tua almarhum Chairul.
Salah satu generasi penerus penghafal Quran telah kembali ke sang khalik. Entah apa rahasia dibalik itu, tiba-tiba Chairul harus menghadapNya diumur belia.
Wali Kota Waris, yang ngotot mengubah sematan sebutan negatif daerah ini pun mendatangi kedua orang tua dan keluarga almarhum.
Waris menyadari, almarhum adalah pemilik tonggak masa depan. Ia mulai ditempah dengan ilmu agama, agar meneruskan cita-cita budi mulai kelak di Tanjungbalai.
Di pundak generasi mudalah, termasuk almarhum daearh Tanjungbalai dikenal sebagai daerah santri dan berdiamnya para ulama.
Waris, diterima oleh sang ayah Edi Yusuf dan ibu Halima Harahap, di perumahan Al Ghufron Habib 8, jalan SMAN 3 Tanjungbalai.
Waris turut merasa kehilangan. Ia sadar, bila mencetak generasi baik itu tak mudah, maka kehilangan adalah sebuah kesedihan.
“Kami turut berduka cita yang mendalam, atas kepergian almarhum,” kata Waris.
Nah, untuk menghibur keluarga, Pemko Tanjungbalai menyerahkan tali asih kepada keluarga dan menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum Chairul Nanang Juliadi.
Diketahui, almarhum mengalami insiden terjatuh di sungai Bandar Jopang di bawah jembatan SMAN 3 Tanjungbalai.
Almarhum yang diketahui tidak bisa berenang akhirnya terseret arus, dan nyawanya tak bisa diselamatkan.
Wali Kota Waris juga menyebut almarhum Nanang sebutan lain Chairul adalah seorang hafiz atau penghafal Alquran, akan bisa menyelematkan anggota keluarganya di akhirat kelak.
Almarhum Nanang tutup usia 13 tahun. Ia masih berstatus pelajar Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Kelas IX di Perguruan Gubahan Islam Kota Tanjungbalai.***






Comment