mediatotabuan.co, Bolmong – Ratusan siswa di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dilarikan ke rumah sakit dikarenakan mengeluhkan sakit perut, mual, hingga gangguan kesehatan lainnya, Senin (23/10/2023).
Kejadian yang sontak menjadi perhatian semua pihak ini, diduga akibat keracunan minuman salah satu produk kemasan yang sudah terkontaminasi sehingga para siswa itu diduga mengalami keracunan.
Informasi yang berhasil dirangkum mediatotabuan.co, ada tiga sekolah yang siswanya diduga keracunan produk minuman tersebut yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lolak, SDN 2 Lolak dan SDN 1 Motabang.
Salah satu orang tua siswa yang menjadi korban, Supandri Damogalad, membenarkan hal tersebut.
Menurut anggota DPRD Kabupaten Bolmong ini, dirinya setelah mendapat informasi adanya keracunan tersebut, langsung datang ke lokasi melihat kondisi yang terjadi.
Ketua Fraksi PKB DPRD Bolmong tersebut, informasi yang berhasil dirangkumnnya dilapangan, jika bantuan yang diterima siswa di tiga sekolah tersebut dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) sulawewsi Utara (Sulut).
“Katanya ini merupakan bantuan dari Kementerian Ketahanan Pangan, kemudian disalurkan oleh Pemerintah Provinsi yang dipihakketigakan,” ungkapnya.
Namun, kata Supandri, ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan tersebut saat ini tengah dilakukan perawatan medis.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Bolmong, Ir Limi Mokodompit MM, mendapat informasi tersebut, juga langsung bergerak cepat, dan meminta pihak sekolah untuk mengontrol kondisi kesehatan pelajar, terutama yang diduga mengalami keracunan.
“Kemasan susu itu lagi diperiksa dilaboratorium nanti kita tunggu hasil labnya,” kata Pj Bupati Bolmong, Ir Limi Mokodompit, saat mengunjungi SDN 2 Lolak, dan bertatap muka dengan para guru, Selasa (24/10/2023).
Pada kesempatan itu, Limi Mokodompit mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi dengan keondisi yang ada.
Ia juga mengajak semua pihak agar sama-sama mengaja suasana agar tetap kondusif dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pemerintah.
“Kejadian kemarin, saya sendiri sudah melaporkan kepada pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dan produk kemasan susu ini langsung diintruksikan oleh Gubernur untuk dihentikan sementara sambil tunggu hasil laboratorium,” tuturnya.
Penulis: Gito Simbala






Comment