Sekda Kotamobagu Buka FGD Layanan Darurat 112 dan Bimtek Operator

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sofyan Mokoginta SH ME, mebukan Focus Group Discussion (FGD) Penyelenggaraan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 dan Bimbingan Teknis (Bimtek) para Operator Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotamobagu ini, dilaksanakan di Aula Kantor Diskominfo Kotamobagu, Rabu (01/11/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kotamobagu mengatakan, Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat merupakan satu inovasi yang digagas Pemkot Kotamobagu untuk memberikan layanan kegawatdaruratan bagi masyarakat.

“Antara lain meliputi gawat darurat medis, kebakaran, kecelakaan, bencana alam atau keadaan darurat lainnya yang ditetapkan pemerintah daerah,” kata Sofyan.

Mantan Kepala Bapelitbangda Kotamobagu ini menilai layanan panggilan darurat ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kotamobagu pada saat terjadi kondisi darurat dengan menghubungi nomor 112.

“Ini akan terhubung dengan pusat panggilan darurat Call Center 112 yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah,” katanya lagi.

“Dengan hanya terdiri dari 3 angka, masyarakat akan mudah mengingat nomor layanan ini dan bisa segera mendapatkan penanganan kondisi gawat darurat yang terjadi,” tamabahnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan layanan darurat 112 secara langsung juga merupakan wujud komitmen Pemkot Kotamobagu dalam memberikan pelayanan bagi warga masyarakat Kotamobagu.

“Khususnya yang mengalami kondisi darurat. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kotamobagu dalam meningkatkan kualitas sektor pelayanan publik yang terintegrasi dan terpadu di Kota Kotamobagu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kotamobagu, Mohammad Fahri Damopolii SKom MM mengatakan, pelaksanaan FGD Layanan Darurat 112 dan Bimtek Operator tersebut, merupakan tindak lanjut dari tahap persiapan penyelenggaraan layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat di Kota Kotamobagu,

“Sebelumnya telah dilaksanakan beberapa tahap persiapan, mulai dari penyampaian surat permohonan ke Kementerian Kominfo, verifikasi lapangan oleh tim Direktorat Pengembangan Pita Lebar Kemenkominfo, instalasi aplikasi layanan panggilan darurat 112, hingga hari ini dilaksanakan FGD dan Bimtek bagi para operator tingkat OPD,” jelas mentan Ketua KNPI Kotamobagu ini.

Lanjutnya, untuk pelayanan kondisi darurat ini, melibatkan 14 OPD di lingkungan Pemkot Kotamobagu.

“Setelah pelaksanaan FGD dan Bimtek bagi para operator ini, tahap selanjutnya masih akan dilaksanakan finalisasi layanan di tingkat OPD teknis, dan setelah itu Insyaallah layanan darurat 112 ini bisa segera dilaunching dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kota Kotamobagu,” kata Fahri.

Ia pun berharap, layanan tersebut lebih membantu dan memudahkan masyarakat ketika terjadi kondisi darurat.

“Keadaan darurat adalah hal yang tidak bisa diprediksi. Siapapun, kapanpun dan dimanapun bisa mengalami kondisi ini. Dengan layanan ini, setidaknya ketika keadaan darurat terjadi di masyarakat, pemerintah daerah bisa hadir dan memberikan penanganan yang segera, tepat dan optimal,” harapnya.

Narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Indra Siswoyo dari Direktorat Pengembangan Pita Lebar Kemenkominfo RI dan Aam Sofyan dari PT Digital Sandi Indonesia.

Kegaitan tersebut diikuti dari unsur Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, RSUD Kotamobagu, Dinas Satpol PP dan Damkar, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas PP dan PA, UPTD PPA, serta 5 Kepala Puskesmas se-Kota Kotamobagu

Penulis: */Gito Simbala

Comment