mediatotabuan.co, Bolsel — Sekretaris Daerah (Sekda) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Marzanzius Arvan Ohy, menyebutkan angka stunting di daerah itu turun signifikan pada tahun 2023.
Arvan menjelaskan, berdasar aplikasi sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) serta aplikasi web monitoring Bina Bangda Kemendagri selama tahun 2022-2023 terjadi penurunan prevalensi stunting skala kabupaten dari 5,21% menjadi 3,07%.
”Kerja keras pemerintah daerah dalam upaya penanganan stunting khususnya di empat kecamatan yang ada di Bolsel hasilnya menggembirakan,” ujarnya, Senin (4/12).
Empat kecamatan yang dimaksud Arvan yakni, Kecamatan Posigadan 3,90% (2022) menjadi 2,62% (2023). Kemudian Kecamatan Helumo 5% (2022) menjadi 4,3% (2023). Lalu Kecamatan Bolaang Uki 9,5% (2022) dan (2023) 3%.
”Selanjutnya Kecamatan Pinolosian Timur terdapat dua wilayah kerja. Pertama wilayah kerja PKM Dumagin) 3,20% (2022) menjadi 2,2% (2023). Kemudian (wilayah kerja PKM Onggunoi) 7,8% (2022) menjadi 1,7% (2023),” katanya.
Meskipun demikian, tambah Arvan, terdapat dua kecamatan yang mengalami peningkatan prevalensi stunting yaitu Kecamatan Tomini 1,5% (2022) menjadi 1,7% (2023). Selanjutnya Kecamatan Pinolosian Tengah 0,50% (2022) menjadi 1,2% (2023).***






Comment