mediatotabuan.co, Kotamobagu – Penjabat (Pj) Wali Kota Kotamobagu, Dr Drs Hi Asripan Nani MSi, mengahdiri kegiatan peresmian Bendungan Lolak, di Desa Pindol, di Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) oleh Presiden RI, Ir Hi Joko Widodo, Jumat (23/02/2024).
Dalam meresmikan bendungan tersebsar di Kabupaten Bolmong ini, Presiden RI didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, diantaranya Menteri BUMN, Erik Tohir; Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono; Menetri ATR, Agus Harimurti Yudhoyono; Mensesneg, Pratikno; dan lainnya.
Selain itu, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey SE, juga turut mendampingi Presiden RI dua periode ini untuk meresmikan Bendungan Pindol yang dibiayai lewat APBN.
Nampak juga para kepala daerah se-Sulut, ikut hadiri dalam peresmian Bendungan Lolak tersebut, diantaranya Pj Wali Kota Kotamobagu, Hi Asripan Nani; Pj Bupati Bolmong, Ir Limi Mokodompit MM, Pj Bupati Bolmut, Sirajudin Lasena; Bupati Boltim, Sam Sahrul Mamonto; dan lainnya serta para pejabat eselon II Provinsi dan kabuoaten kota se-Sulut.
Presiden Jokowi dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya pembangunan infrastruktur seperti Bendungan Lolak dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulut.
Gubernur Olly Dondokambey juga menyampaikan harapannya bahwa keberadaan bendungan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat setempat, khususnya dalam sektor pertanian dan pariwisata.
“Hari ini saya mendampingi Bapak Presiden RI Joko Widodo untuk meresmikan salah satu infrastruktur irigasi Bendungan Lolak yang berlokasi di Pindol, Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Semoga dengan hadirnya bendungan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Bumi Totabuan dan sekitarnya,” kata Gubernur Olly.
Sebagai informasi, Bendungan Lolak memiliki beberapa fungsi strategis, termasuk penyediaan air irigasi untuk daerah pertanian seluas 2.214 hektare yang diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di daerah lumbung beras Sulut.
Selain itu, bendungan ini juga berperan sebagai sumber air baku, pembangkit listrik tenaga air, dan pengendali banjir yang dapat mereduksi debit banjir hingga 12%.
Tidak hanya berdampak pada sektor pertanian dan infrastruktur, kawasan Bendungan Lolak juga diharapkan dapat menjadi destinasi pariwisata baru di daerah Bolaang Mongondow.
Potensi pariwisata tersebut akan semakin ditingkatkan dengan adanya lahan kawasan bendungan yang dimanfaatkan menjadi Hutan Buah produktif bagi masyarakat sekitar.
Penulis: */Gito Simbala






Comment