MEDIATOTABUAN, KOTAMOBAGU – Pasangan Calon Wali Kota Kotamobagu dan Wakil Wali Kota Kotamobagu Nomor Urut 2, Dokter Weny Gaib dan Rendy Mangkat, jika terpilih menjadi pemimpin, akan membangun Kota Kotamobagu dengan “pondasi” tolerasi dan saling menghargai.
“Jika dan saya dan Rendy Mangkat terpilih menjadi pemimpin Kota Kotamobagu, maka saya dan Rendy akan membagung Kota Kotamobagu dengan dasar tolerasi dan saling menghargai antar sesama,” kata Dokter weny Gaib, dibeberapa kesempatan.
Bahkan kata Dokter Weny Gaib, Kota Kotamobagu merupakan “Miniatur Indonesia” dimana keberagaman di Indonesia, nyaris ada di Kota Kotamobagu.
“Kota Kotamobagu, bukan hanya milik se kelompok orang saja. Tapi milik semua warga Kota Kotamobagu, maka mari kita bangun Kota Kotamobagu tanpa melihat perbedaaan agam, ras, suku dan sebagainnya,” ajak Weny Gaib.
Ucapan Dokter Weny Gaib dan diperkuat Rendy Mangkat, ternyata bukan hanya isapan jempol semata. Namun, hal tersebut ditunjukan langsung Dokter Weny Gaib dan Rendy Mangkat dengan menemui para tokoh agama serta para jemaah dan jemaatnya yang ada di Kota Kotamobagu.
Terbaru, Dokter Weny Gaib, didampingi pengusahan muda Kota Kotamobagu, Michael Solat Bibisa, Jumat (11/10/2024) lalu, menemui pengurus Klenteng Tian Shang Shen Mu Khung Kotamobagu yang terletak di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Kedatangan Dokter Spesialis Mata tersebut, disambut suka cita para pengurus Klenteng Tian Shang Shen Mu Khung Kotamobagu.
Melalui Ketua Klenteng, Ibu Heny Lapian menyampaikan ucapan terima kasih dan apresaisi kepada Dokter Weny Gaib yang ditengah-tengah kesibukannya sebagai Calon Wali Kota Kotamobagu dan Dokter Spesialis Mata, meluangkan waktu bertemu sapa dengan seluruh pengurus yang hadir.
Pada kesempatan itu, Heny Lapian, mewakili pengurus Klenteng Tian Shang Shen Mu Khung Kotamobagu, menyampaikan harapan mereka kepada Dokter Weny Gaib dan Rendy Mangkat jika terpilih menjadi pemimpin Kota Kotamobagu.
“Jika pak dokter nantinya terpilih sebagai pemimpin di Kotamobagu, kiranya Klenteng ini dapat diperhatikan, salah satunya infrastruktur penunjang seperti jalan menuju Klenteng untuk bisa diperhatikan,” ucapnya.
Sementara itu, Dokter Weny Gaib dalam kesempatannya menyampaikan rasa terima kasih karena bisa bersilaturahim secara langsung dengan pengurus Klenteng.
Baginya, silaturahim adalah cara Tuhan Yang Maha Esa untuk umatnya bisa saling mengenal dan saling menjaga satu sama lain.
Tidah hanya itu lanjut dokter Weny, ia membeberkan sudah cukup lama dekat dengan pengurus Klenteng yang ada, bahkan tambahnya, dirinya belajar bagaimana mendirikan usaha kepada Ko’ dan Ci’ yang hampir semuanya adalah penggurus Klenteng di Kotamobagu.
“Yang terpenting, bagaimana kita bisa saling menjaga, hidup rukun antar sesama manusia. Toleransi antar umat beragama harus tetap dijaga dimanapun kita berada, harus saling memperhatikan satu sama lain, itu yang utama,” tukasnya Dokter Weny Gaib.
Penulis: Gito Simbala






Comment