Pasar Inobonto dan Jejak Masa Lalu Yusra Alhabsyi

Catatan: Gito Simbala

Yusra Alhabsyi menyusuri setiap sudut Pasar Tradisional Inobonto, Kecamatan Bolaang.

Masuk ke luar gang pasar, melewati pakaian tergantung yang dijual.

sesekali ia menyapa, bercerita dengan warga yang ditemuinya di dalam pasar.

Memang tempat ini tak asing bagi Yusra. Ia memahami setiap sudutnya.

Ia mengenali siapa yang masih bertahan jualan di sini.

Lokasi Pasar yang sangat strategis karena berada di jalur Trans Sulawesi.

Bagi Yusra Alhabsyi, Bupati Bolaang Mongondow, Pasar Inobonto bukanlah sekadar tempat berjualan.

Ini adalah kenangan masa lalu yang masih hidup, tempat di mana ia tumbuh dan besar.

Keseharian dimasa kecil Yusra berada di dalam pasar.

Setiap hari, ia berada di antara aroma rempah-rempah, suara tawar-menawar, dan wajah-wajah familiar.

Wajah-wajah yang menjadi bagian dari hidupnya sehari-hari.

Hari ini (Minggu) 3 Agustus 2025,  Yusra kembali ke Pasar ini.

Ia datang bukan berjualan lagi, tapi Kunjungan Kerja.

Kunker ke Pasar yang pernah memenuhi album kenangan indah dimasa kecil.

Bahkan, di awal ia menapaki keluarga kecilnya, sekitar 2016, Ia kembali bergelut di dalam pasar ini.

Ada sebuah tokoh kecil ukuran 3X6 yang jualan obat-obatan. Keseharian Yusra, kembali di Pasar Inobonto.

Jadi kedatangannya, bukan hanya melihat pasar tradisional dari luar, tapi ia telah menggeluti kehidupan di pasar ini sejak kecil.

Ia ingat saat-saat kecilnya, ketika ia berjualan keliling pasar, karena orang tuanya berada di tempat ini.

Tempat dimana banyak warga menggantungkan hidup mereka, dengan harapan keluarga bisa hidup dan anak-anak tumbuh berkembang.

Yusra ingi memastikan dan melihat langsung bagaimana para penjual berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia juga pasti ingat saat-saat mandi dan berangkat ke sekolah dari dalam pasar.

Di mana suara-suara pasar menjadi latar belakang kehidupan sehari-harinya.

Dengan pengalaman yang begitu dekat dengan pasar tradisional, Yusra memiliki pemahaman yang sangat dalam tentang situasi dan kondisi pasar.

Ia tahu bahwa pasar tradisional bukan hanya tempat berjualan, tapi juga merupakan pusat kehidupan masyarakat.

Kenapa ia muncul tiba-tiba?

Karena ia sangat peduli dengan keberlangsungan pasar tradisional.

Dan ingin memastikan bahwa pasar ini dapat terus menjadi tulang punggung ekonomi bagi banyak keluarga di wilayah tersebut.

Saat ini, Yusra kembali ke Pasar Inobonto sebagai Bupati.

Tujuannya untuk memastikan bahwa pasar ini dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan penjual.

Ia ingin mendengarkan langsung cerita dan harapan para penjual, dan mencari solusi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pasar tradisional.

Tentu dengan mendengarkan langsung, akan menambah keyakinan Yusra, bahwa ia dapat membuat keputusan yang tepat untuk keberlangsungan Pasar Inobonto.

Ia ingin memastikan bahwa pasar ini dapat terus menjadi simbol harapan dan kehidupan bagi banyak orang, dan menjadi contoh bagi pasar tradisional lainnya.

Saat ini, Yusra kembali ke Pasar Inobonto, bukan hanya sebagai Bupati, tetapi juga sebagai anak yang pernah merasakan langsung kehidupan di pasar ini.

Ia ingin melihat Pasar Inobonto sebagai simbol harapan dan kehidupan bagi banyak keluarga.

Pasar ini bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga rumah bagi banyak orang.

Salah satu keunikan Pasar Inobonto adalah konsep pasar tradisional yang masih dipertahankan.

Di mana semua jenis jualan menjadi satu dalam sebuah kawasan pasar.

Konsep ini memang khas Indonesia, karena segala sesuatu tersedia dalam satu tempat.

Orang dapat berbelanja tanpa harus keluar pasar, karena semua kebutuhan tersedia di sini.

Dari ikan segar hingga rempah-rempah, dari pakaian hingga peralatan dapur, semua dapat ditemukan di Pasar Inobonto.

Konsep ini memiliki banyak kelebihan, karena memungkinkan orang untuk berbelanja dengan lebih mudah dan efisien.

Selain itu, konsep ini juga memungkinkan para penjual untuk saling berinteraksi dan membangun komunitas.

Yusra ingin memastikan bahwa konsep pasar tradisional ini dapat dipertahankan dan dikembangkan.

Dengan hati yang penuh kasih, Yusra mendengarkan cerita dan harapan para penjual di Pasar Inobonto.

Ia tahu bahwa setiap penjual memiliki cerita unik tentang bagaimana mereka berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Yusra ingin membantu mereka mewujudkan harapan mereka, agar Pasar Inobonto dapat terus menjadi tempat yang aman dan nyaman.

Bukan hanya para penjual dan pembeli, tapi siapapun yang datang di tempat ini.

Agar Pasar Inobonto dapat terus menjadi simbol harapan dan kehidupan bagi banyak orang.

Pasar Inobonto merupakan contoh dari konsep pasar tradisional yang unik

Tapi konsep ini memiliki risiko yang tinggi, seperti yang terlihat pada kasus Pasar Lolak yang terbakar beberapa waktu lalu, menyebabkan banyak penjual kehilangan dagangan dan harta benda.

Yusra tak ingin itu terjadi di pasar-pasar tradisional, ia ingin mencarikan model yang tepat, aman dan nyaman.***

Comment