Gubernur YSK Hadiri Final Warbiasa Governor League, Bukti Perhatian Pemprov Sulut di E-Sport

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjend (Purn) TNI Yulius Selvanus SE, membuka turnamen nasional Warbiasa Governor League, Senin (13/10/2025).

Turnamen e-Sport tersebut, diselenggarakan panitia di Mantos 3 Manado. Kedatangan YSK, usai ia mengikuti paripurna di DPRD dalam rangka HUT ke-35 Kota Bitung.

“Saya berkesempatan hadir langsung membuka secara resmi Warbiasa Governor League 2025 di Mantos 3 Manado,” kata YSK sebutan lain Gubernur Yulius Selvanus.

Ia mengatakan bahwa turnamen e-sports ini diharapkan menjadi wadah positif bagi generasi muda. Sehingga, Pemerintah Provinsi Sulut, sangat memberikan dukungan.

Apalagi kata YSK, turnamen ini juga mendapat suport dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Kebijakan positif dari pusat akan semakin kuat jika dijalankan dengan baik di daerah,” kata YSK.

Ia juga menyebut, bila pihak Pemprov akan memberikan dukungan penuh untu membuktikan komitmen dalam pengembangan e-sports di Bumi Nyiur Melambai.

“Karena kami melihat antusiasme tinggi terpancar dari para peserta dan penonton. Semoga ajang ini melahirkan bibit-bibit esports berprestasi dari Sulawesi Utara,” harap Yulius.

 

 

Diketahui, turnamen ini berskala nasional. Game bergenre shooter karya anak bangsa yang pertama kalinya dilaksanakan di Sulut.

Menariknya, peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan jumlah pesertanya mencapai ratusan peserta orang dari sejumlah kota besar.

Peserta yang hadir dalam e-psort ini dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Sulawesi, walaupun kompetisinya melalui jaringan internet atau daring.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi atas digelarnya turnamen ini.

Menurutnya, ini bukan sekedar kompetisi, tetapi simbol kebangkitan kreativitas digital dan ekonomi kreatif Indonesia.

“Jadi dunia e-sport bukan lagi sekadar hiburan, melainkan industri masa depan,” ungkap Yulius Selvanus.

Dikatakan, dengan digelarnya turnamen ini, bukan sekedar menguji kemampuan anak muda, tapi memperkenalkan Sulut di mata nasional bahkan dunia.

“Karena ini memanfaatkan digital, maka bisa tersebar luas kemanapun bukan hanya di Indonesia,” katanya.

Tapi ini berharap, meskipun hanya lewat daring, tapi tetap jaga sportivitas, karena itu modal dalam setiap turnamen.

“Sprotiv bisa menciptakan persaingan yang sehat dan membangun karakter positif, seperti menumbuhkan rasa hormat kepada lawan,” tutupnya.***

Comment