Direktur PT Tirta Bukaka Bolmong Tanggapi Keluhan Pelanggan

Kotamobagu – Salah satu pelanggan Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum PT Tirta Bukaka Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), menggeluhkan pelayanan perusahaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong tersebut.

Bahkan, sampai membuat surat terbuka ditujukan kepada Bupati Kabupaten Bolmong.

Seperti Ando Lobud, beralamatkan di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat tersebut.

Dirinya sebagai pelanggan air bersih milik Pemkab Bolmong tersebut, sudah lama merasakan ketidaknyamanan dalam merasakan manfaat, dan pelayanan Perusahaan Daerah itu.

“Sudah beberapa kali pergantian Direktur/Direksi, hal yang sama masih tetap saya rasakan. Dan puncaknya, sehari sebelum Puasa Ramadhan hingga saat ini air dirumah saya, setetespun tidak mengalir. Jika sebelumnya, air akan mengalir pada malam hari (sekira pukul 21.00 Wita), tapi sekang 1×24 jam tidak lagi,” keluhnya dalam surat terbuka itu.

Menurutnya, hal itu sudah diadukan ke Perumda Air Minum PT Tirta Buakaka Bolmong, namun hingga saat ini, langkah perbaikan untuk kenyamanan pelanggan (hak saya) tidak ada, meski sudah ada pernyataan dan pengakuan untuk diperbaiki.

“Olehnya, dengan memohon maaf yang sebesarnya, saya sebagai pelanggan berharap Pak Bupati bisa meneruskan surat saya ini ke jajaran pimpinan PDAM Bolmong, agar lebih cepat direspon. Demikian keluhan ini disampaikan, atas atensinya diucapkan terima kasih. Wassallam. Ando Lobud (Pelanggan PDAM BM, di Kel Gogagoman, Lorong Telaga, Kotamobagu, Sulut,” dikutip dari surat terbuka tersebut.

Sementara itu, Direktur Perumda PT Tirta Bukaka Bolmong, Rudy Mokaogow, ketika dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya telah menjelaskan penyebab terjadinya ketidak nyamanan pelanggan mereka tersebut.

“Sudah kita jelaskan kepada dia bahwa saat ini petugas samentara melakukan normalisasi diwilayah itu (Gogagoman),” ungkap Rudy Mokoagow, Jumat (20/02/2026).

Lanjutnya, untuk perbaikan termasuk pengaturan air membutuhkan proses.

“Dan untuk perbaikan maupun pengaturan air butuh proses karena masih harus di identifikasi penyebab masalah agar penanganan tepat,” ungkapnya lagi.

“Manajemen juga saat ini masih terus malakukan perbaikan dan pengembangan, agar pelayanan air ke masyarakat pelanggan lebih baik,” tukasnya.

 

Comment