KOTAMOBAGU – Waktu berputar cepat. Hari ini genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Rendy Mangkat menakhodai Kota Kotamobagu.
Satu tahun bukan sekadar hitungan kalender. Ia adalah catatan tentang kerja, tantangan, dan harapan yang terus diuji realitas.
Di tengah dinamika pembangunan, pemerintah kota memilih berhenti sejenak. Bukan untuk berpuas diri, melainkan untuk merefleksikan langkah yang telah ditempuh.
Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, kondisi fiskal menjadi ujian paling nyata sepanjang tahun pertama.
Ruang anggaran yang terbatas menuntut ketelitian ekstra. Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan, setiap kebijakan harus memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
“Setiap program diseleksi ketat untuk memastikan efektivitas, efisiensi, dan dampaknya bagi kesejahteraan warga,” tegas Sahaya.
Strategi prioritas pun diterapkan. Belanja kurang produktif dirasionalisasi, sementara perencanaan diarahkan pada kebutuhan riil masyarakat.
Di balik angka-angka anggaran, ada komitmen yang dijaga. Pelayanan publik tidak boleh surut, infrastruktur dasar tetap harus bergerak maju.






Comment