Ekonomi kerakyatan dan UMKM diperkuat sebagai denyut nadi kesejahteraan. Pengendalian inflasi daerah menjadi perhatian agar daya beli warga tetap terjaga.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia terus digenjot. Pemerintah meyakini pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang kapasitas dan daya saing.
Efisiensi anggaran dipandang bukan sebagai penghambat, melainkan pijakan menuju tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Reformasi birokrasi dijalankan agar aparatur lebih adaptif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi di tengah kompleksitas persoalan.
Kolaborasi diperkuat bersama DPRD, Forkopimda, dunia usaha, hingga partisipasi aktif masyarakat sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan.
“Satu tahun ini adalah fondasi awal untuk pembangunan jangka menengah. Masih banyak pekerjaan besar di depan,” ungkap Sahaya.
Namun optimisme tidak boleh padam. Dengan komitmen dan kebersamaan, setiap tantangan diyakini dapat dihadapi secara terukur.
Momentum satu tahun ini menjadi pengingat bahwa pembangunan adalah perjalanan panjang. Kota Kotamobagu bergerak, selangkah demi selangkah, menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.






Comment