Jelang Operasi Ketupat 2026, Satlantas Polres Bitung Jaring 43 Unit Roda Dua

BITUNG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bitung yerus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat atas maraknya aksi balap liar dan knalpot yang sangat meresahkan belakangan ini.

Sebagai upaya mencegah gangguan keamanan dan kenyamanan masyarakat tersebut, serta merespon banyaknya keluhan masyarakat, Satlantas Polres Bitung dibawah pimpinan Kasat Lantas, AKP Dwi Dea Anggraini didampingi Kanit dan anggota Satlantas Polres Bitung menggelar patroli penertiban pada Sabtu, 21 Februari 2026 jam 22.00 Wita.

Patroli kali ini difokuskan pada pencegahan serta penindakan terhadap aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong di wilayah hukum Polres Bitung.

Menurut Kasatlantas, patroli ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, mencegah potensi gangguan Kamtibmas, serta meningkatkan Kamsltibcar Lantas menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil menjaring sebanyak 43 unit kendaraan roda dua yang tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan menggunakan knalpot brong, termasuk kendaraan yang terlibat balap liar. Seluruh kendaraan yang terjaring diberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak melarang masyarakat, khususnya generasi muda dalam menyalurkan hobi di bidang otomotif, namun harus dilakukan secara tertib dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ucap AKP Dwi.

Lebih lanjut ia mengajak orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak agar tidak terlibat pada hal-hal yang melanggar aturan berlalu lintas .

“Keselamatan adalah hal yang utama, jangan sampai kesenangan sesaat akan berujung petaka dan penyesalan,” tegasnya.

Kasat Lantas Polres Bitung ini juga menghimbau para pengendara untuk melengkapi kendaraan sesuai aturan yang berlaku.

“Gunakan helm standar, tidak memodifikasi kendaraan secara berlebihan, serta menjaga ketertiban berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

Kegiatan patroli ini sendiri berakhir pukul 01.00 Wita, dan dilanjutkan kembali pada dini hari minggu (22 Februari 2026) pada pukul 04.00 Wita sampai dengan pukul 08.00 pagi.

 

Penulis: Yodie Rosang

Comment