BITUNG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Sulawesi Utara, Ir. Stefanus BAN Liow, MAP mengadakan kunjungan kerja dan pertemuan di PT. PELNI Cabang Bitung dan KSOP Bitung pada Kamis, 26 Februari 2026.
Kunjungan kerja Senator yang telah tiga periode menjadi perwakilan Sulut di Gedung Parlemen Republik Indonesia tersebut dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, sekaligus juga untuk melakukan pengecekan terhadap kesiapan pelayaran menyambut hari raya keagamaan, dalam hal ini Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2026.
Kepala Cabang PT. PELNI Bitung, Juni Samsudin Sitorus menjelaskan kesiapan seperti ketersediaan kapal, waktu dan rute, ticketing, sarana dan prasarana kapal.
“Yang menjadi perhatian dan harus ada penataan ulang demi keamanan dan keselamatan bersama yaitu adanya pedagang asongan yang nekad membawa dagangannya sampai ke dalam kapal,” ucap Kacab PELNI Bitung.
Sementara itu saat mengunjungi KSOP Bitung yang diterima Kabag TU Mukminin dan Kabid Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Rusdianto bersama kepala-kepala seksi termasuk dari KPLP, Senator Stefa menerima uraian tentang pengawasan dalam penegakan hukum, keselamatan dan keamanan pelayaran.
Terkait penyampaian Kacab PT PELNI Bitung, Stefanus yang adalah Anggota Komite II DPD RI merespon semua yang pandangan, pendapat, dan masukan dari PT PELNI DAN KSOP Bitung. Menurutnya untuk karakteristik arus penumpang di pelabuhan Bitung berbeda jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Disini (Pelabuhan Bitung-red), kenaikan penumpang biasanya terjadi pada saat menjelang Hari Natal dan Tahun Baru. Namun demikian, untuk Nyepi dan Idul Fitri tetap terjadi peningkatan, khususnya untuk rute Ambon, Papua, dan rute lain di bagian timur Indonesia. Sering kali kapal datang dari pelabuhan awal seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, atau Baubau, penumpang yang turun di Bitung hanya sekitar 50 orang, tetapi yang naik bisa mencapai 200 orang. Selama masih dalam kapasitas dan mendapat persetujuan otoritas, itu dimungkinkan,” ujar Stefanus.
Ia juga mengakui masih ada kendala yang ditemui saat kapasitas muatan kapal telah penuh, khususnya penumpang tujuan Papua. Imbasnya, ada calon penumpang terpaksa mencari alternatif naik hingga Ternate terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan.
“Untuk kesiapan, PT PELNI dinilai telah memenuhi standar keselamatan. Sistim tiket, peralatan navigasi, hingga alat keselamatan kapal sudah menggunakan teknogi canggih, termasuk pemantau cuaca, kedalaman laut, serta posisi kapal secara real time. Demikian juga dengan fasilitas keselamatan seperti pelampung juga tersedia dan sesuai standar keselamatan,” urainya.
Hal lain juga soal adanya pedagang asongan yang masuk ke area kapal tanpa izin resmi.
“Perlu dilakukan pengaturan bagi pedagang asongan yang berjualan sampai ke dalam kapal untuk menghindari hal yang bisa mengganggu keselamatan pelayaran. Karena keberadaan pedagang di dalam kapal akan menyulitkan petugas untuk membedakan antara pedagang dan penumpang.
Di sisi lain, ia mengingatkan untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan stakholder pelayaran di Pelabuhan Bitung demi keselamatan pelayaran.
“Pelayanan, keamanan, keselamatan dan kenyamanan pelayaran harus menjadi prioritas,” pungkasnya.
Penulis: Yodie Rosang






Comment