KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu menyiapkan pola baru dalam pelaksanaan Pasar Senggol jelang Idul Fitri tahun 2026.
Kegiatan yang selama ini menjadi penggerak ekonomi musiman masyarakat itu akan dipusatkan di satu lokasi, yakni kawasan eks Rumah Sakit Datoe Binangkang.
Kebijakan ini diambil setelah evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, termasuk menghindari penggunaan fasilitas publik yang dinilai mengganggu aktivitas lain.
Pemusatan lokasi baru ini, diharapkan akan mampu mengurangi potensi gangguan terhadap akses masyarakat serta meningkatkan keteraturan aktivitas pedagang dan pengunjung.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotamobagu, Noval Manoppo, menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan kegiatan ekonomi rakyat tetap berjalan.
Hal itu juga tanpa mengabaikan aturan. Namun, ia mengatakan hingga kini belum ada pengajuan resmi untuk pelaksanaan di luar lokasi yang telah disiapkan.
Baca Juga: Berbagi Takjil di Ujung Senja, BPJS Ketenagakerjaan Kotamobagu Tebar Berkah Ramadhan
Menurutnya, pemerintah juga akan menyiapkan skema teknis agar seluruh aktivitas di Pasar Senggol berjalan lebih tertib, termasuk pengaturan lapak dan alur pengunjung.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan, Sahaya S. Mokoginta, mengatakan pemanfaatan eks RS Datoe Binangkang dinilai tepat karena merupakan aset daerah yang bisa digunakan untuk kepentingan publik.
“Koordinasi dengan aparat keamanan juga telah dilakukan guna memastikan kelancaran dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” kata Sahaya.
Ia menegaskan, setiap pihak yang ingin terlibat dalam penyelenggaraan Pasar Senggol wajib melalui mekanisme resmi.
“Proposal kegiatan harus dilengkapi dengan rencana lokasi, site plan, jadwal, hingga pengelolaan sampah dan lalu lintas,” tutur Sahaya.
Pihak Pemkot berharap langkah ini tidak hanya menjaga ketertiban kota, tetapi juga memastikan Pasar Senggol tetap menjadi ruang ekonomi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.***






Comment