Bitung – Pemerintah Kota Bitung tidak menyerah dengan keterbatasan APBD 2026 dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih bermutu. Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., memilih strategi “jemput bola” dengan bersinergi dengan Kementerian Kesehatan RI.
Hengky didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Pitter Lumingkewas, bertemu Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus untuk membahas upaya peningkatan layanan kesehatan di Bitung. Hengky menekankan bahwa APBD 2026 tidak cukup menopang ambisi peningkatan layanan kesehatan.
“Lobi Hengky difokuskan pada lima poin krusial, yaitu penempatan tenaga medis ahli, bantuan alat kesehatan modern, kerja sama BPJS, percepatan akreditasi, dan persiapan peresmian RS Bitung sebagai ikon pelayanan publik baru,” ujar dr. Pitter.
Peningkatan status RS Bitung ke Kelas C diharapkan dapat memangkas kebutuhan rujukan keluar daerah. “Pasien bisa ditangani lebih cepat di kota sendiri. Ini soal keadilan layanan,” tegas dr. Pitter.
Langkah berani Hengky di Jakarta menjadi simbol komitmen bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menunda hak warga atas kesehatan. Jika dukungan Kemenkes terwujud, Bitung akan segera memiliki rumah sakit dengan layanan merata, modern, dan siap menjadi kebanggaan masyarakat.
Penulis: Yodie Rosang






Comment