Menurutnya, pelatihan barista ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dalam meracik kopi, tapi ini investasi keterampilan jangka panjang.
Nah, dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu hadir di industri kuliner yang saat ini lagi trend terus berkembang.
“Ini adalah investasi keterampilan, bukan cuma mahir meracik kopi, tapi juga siap bersaing di industri kuliner,” tambahnya.
Ia menambahkan, TP PKK Kotamobagu ingin mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan produktif.
Pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan adalah salah satu kunci dalam membuka peluang kerja.
“Pelatihan barista ini menjadi salah satu langkah mewujudkan masa depan yang lebih baik,” kata Rindah.
Ia juga mengatakan pelatihan ini bagian dari program TP PKK dalam mewujudkan visi misi Pemkot Kotamobagu.
“Dengan semangat inklusivitas, TP PKK Kotamobagu akan berupaya hadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tutupnya.***






Comment