mediatotabuan.co, Kotamobagu – Meskipun gempuran kopi dengan kemasan apik, namun tepung Kopi dicampur butiran kacang tanah masih laris di warung-warung Kelurahan Motoboi Kecil (Mocil), Kecamatan Kotamobagu Selatan..
Padahal, rumah kopi sudah bertebaran di Kotamobagu, ditambah lagi kopi-kopi kemasan dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di jual bebas, tapi khas kopi dicampur kacang tanah di Mocil, masih menjadi primadona.
Menariknya, harga per bungkus sangat terjangkau, apalagi masih ada bungkusan dengan harga Rp 1000. Lebih menarik lagi, kopi ini di jual di warung-warung di Kelurahan Mocil, bersaing dengan kopi dengan kemasan menarik.
Penikmat kopi Mocil, Devita mengatakan justru lebih senang menyeduh kopi Mocil karena ada kacangnya. Diapun pasti memilih kopi di warung yang hanya dibungkus plastik biasa tanpa ada embel-embel merk tertentu.
“Per bungkus ada yang hanya seribu rupiah, jadi sangat ekonomis dan sangat terjangkau oleh kalangan bawah,” kata Devita, yang tinggal di jalan veteran Mocil ini.
Dia bahkan menjamin bila kopi tersebut adalah kopi asli meskipun diolah dengan cara tradisional. “Saya yakin kopi ini asli tanpa campuran bahan lain, tapi bila di sedu akan muncul bijian kacang sehingga sesekali tergigit saat menikmati kopi,” katanya.
Diketahui, ada beberapa kekhasan kopi di Kotamobagu yang terkenal dengan produk kopinya hingga ke Manado. Di Poyowaa Besar, kebanyakan kopi dicampur jahe (goraka).
(*)






Comment