mediatotabuan.co, Boltim – Pasca dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto dan Oskar Manoppo, beberapa waktu lalu, ini pertama kali mereka melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) sekaligus bersilaturahmi dengan warga Kecamatan Motongkad, Selasa (16/3).

Dalam kesempatan itu, Bupati Sachrul Mamonto, mengingatkan kepada masyarakat jika saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah selesai.
Maka dari itu, bupati mengajak masyarakat untuk bersatu, bergandengan tangan serta bahu membahu membangun Kabupaten Boltim, agar kedepan lebih baik lagi.

“Saya mendapat informasi bahwa masih ada gesekan antar sesama masyarakat karena berbeda pilihan di Pilkada, untuk itu, tugas sangadi (kepala desa) adalah menyatukan rakyat yang masih terkotak-kotak akibat Pilkada,” kata Sachrul.
Bahkan, orang nomor satu di Boltim ini, akan memberikan sangsi kepada sangadi jika tidak mampu menyatukan kembali masyarakat di desanya akibat perbedaan pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu.
“Kalau sangadi tak bisa menyatukan masyarakatnya, maka akan ada sanksinya,” katanya lagi.

Menurutnya, perbedaan pilihan pada Pilkada atau ajang demokrasi merupakan hal biasa.
“Akan tetapi jangan jadikan hal itu sebagai perpecahan. Sekarang kita lupakan perbedaan itu, karena Pilkada sudah selesai. Saya dan Papa Zaki adalah bupati dan wakil bupati semua rakyat Boltim, dan kalian semua adalah rakyat kami,” ujar bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wabup Boltim, menyerahkan sertifikat penghargaan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahun 2020, kepada 10 desa di Kecamatan Motongkad.
10 desa itu yakni Motongkad, Motongkad Utara, Motongkad Selatan, Motongkad Tengah, Atoga Timur, Molobog, Molobog Barat, Molobog Timur, Jiko serta Jiko Utara.
Adve/Gito






Comment