mediatotabuan.co, Kotamobagu – Komunitas Kopi menggelar Kotamobagu Fun Battle, Sabtu (10/4), bertempat di Warkop Coffee Circle, jalan DC. Manoppo, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur.
Tujuan diadakan Kotamobagu Fun Battle ini adalah untuk mengangkat animo anak muda dalam berkompetisi, menarik minat dalam menyeduh, memperkenalkan profesi penyeduh kepada masyarakat sebagai salah satu profesi yang berkembang saat ini dan mampu membuka lapangan pekerjaan.
Penggagas Kotamobagu Fun Battle, Arya Wahastrana yang juga Manager Jamaah Penikmat Kopi (JAMPI), mengatakan, kegiatan ini resmi diadakan dan mengundang warkop ataupun cafe yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dan Gorontalo serta dari Buol Provinsi Sulawesi Tenggah, bagi yang mau untuk ambil bagian dalam kompetisi ini.
“Satu warkop bisa mengutus seorang ataupun dua orang untuk mengikuti Kotamobagu Fun Battle ini,” jelas Arya, Sabtu (10/4).
Arya yang juga salah satu Assessor Kopi Indonesia ini menambahkan, Kotamobagu Fun Battle juga berupaya menarik sumber daya manusia khususnya anak muda tuk saling menopang dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam komunitas kopi itu sendiri. Kompetisi Kotamobagu Fun Battle ini diikuti oleh 26 peserta dari berbagai cafe maupun warkop yang ada di wilayah Sulut dan Gorontalo hingga Buol Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kebanyakan peserta merupakan utusan atau perwakilan dari beberapa warkop maupun cafe,” terangnya.
Sementara Reza Rasyid peserta dari Buol, Sulawesi Tengah, mengungkapkan apresiasi terkait kegiatan Kotamobagu Fun Battle di masa pandemi ini. Apalagi kegiatan ini sangat menerapkan protokol kesehatan.
“Kegiatan ini perlu untuk di dorong untuk lebih memperkenalkan pada khalayak khususnya kaum Milenial terkait bagaimana penyajian kopi yang berkualitas,dan disini bukan hanya perlombaan saja, tetapi juga menambah wawasan barista serta menjalin silaturahmi antar barista,” pungkasnya.
Sementara, Jusran Deby Mokolanut, yang juga Ketua Komisi II DPRD Kotamobagu menyampaikan, Kotamobagu Fun Battle ini perlu didorong dari sudut pandang ekonomi baik petani maupun produsen untuk menjadi lebih baik.
“Di industri kopi itu ada kultur persaudaraan dan persahabatan. Dari segi kolaborasi sudah sangat kuat. Makanya tinggal didorong untuk lebih maju lagi, termasuk pengembangan kopi itu sendiri,” jelas JDM sapaan akrab.
(Gito Simbala)






Comment