Program Buka Bersama IAIK ada Pembatasan Peserta

mediatotabuan.co, Kotamobagu — Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK) menyelenggarakan program buka puasa bersama (Bukber) Minggu (1/05), namun ada pembatasan peserta lantaran masih dalam situasi Covid-19.

Petinggi IAIK Dr Cand Muliadi Mokodompit SE MSi, mengatakan Bukber tersebut untuk menjalin silaturahmi antara civitas akademika, juga pihak luar yang diundang. Namun, karena saat ini wabah Covid-19 masih ada, sehingga pesertanya hanya 50 persen dari ruangan yang disiapkan.

“Silaturahmi tetap jalan, tapi karena pandemi Covid-19 masih ada, jadi kita harus mematuhi protokol kesehatan,” kata Muliadi.

Dijelaskan, yang hadir saat itu beberapa dosen, pengurus yayasan dan ada dari pihak Polres Kotamobagu. Kegiatan didahulukan dengan sambutan dari pihak IAIK dan Polres kemudian ceramah agama oleh Ustadz Ali Anthoni SAg.

Sepuluh menit sebelum buka puasa, peserta yang terdiri sekitar 30-an orang tersebut, serentak bersholawat tanda menjemput buka puasa yang pada hari itu jatuh Pukul 17.47 Wita. Usai Bukber, dilanjutkan Sholat magrib berjamaah.

Menurut Muliadi, protokol kesehatan saat ini sangat diperlukan, namun kegiatan-kegiatan kampus juga tetap berjalan meski aktivitas perkuliahan kebanyakan masih dalam jaringan (Daring).

“Asalkan kita patuhi protokol kesehatan secara ketat, maka aktivitas-aktivitas sosial kemasyarakat maupun kegiatan kampus bisa dilakukan,” katanya.

Dalam sambutaan, Muliadi juga sempat menyinggung soal 3 M (memamaki masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun), kebiasaan itu jangan dilepas namun jadikan sebagai budaya kita semua, karena tujuanya untuk menjaga kesehatan.

“Karena Covid-19 ini masih ada, bahkan dibeberapa negara seperti India, sudah menakutkan karena banyak yang meninggal setiap hari,” kata Muliadi.

Dia menegaskan juga kepada seluruh jajaran Rektorat IAIK dan Mahasiswa agar tetap mengikuti imbauan pemerintah soal patuhi protokol kesehatan. Karena satu-satunya cara yang efektiv dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona, adalah dengan mematuhi 3 M.

“Sebab belum semua warga masyarakat sudah divaksin, jadi kita jalan lengah. Toh yang sudah mendapatkan vaksin tetap masih diminta patuhi protokol kesehatan,” imbuh Muliadi.

 

Penulis: Fahmi G Gobel

 

Comment