Eding Petani Holtikultura dari Insil, Pilih Berhemat dan Patuh Prokes Covid-19

Produksivitas hasil pertanian menurun, berhemat adalah cara bagi para petani holtikultura. Salah satunya Hendri Kokoagow, memilih cara ini agar agar mampu bertahan ditengah himpitan ekonomi. Pun, mematuhi protokol kesehatan (Prokes) 3M mengubah perilaku keluarga kecilnya, ditengah ancaman pandemi Covid-19.

Hendri adalah warga Desa Insil Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Desa yang sejuk dengan pemandangan indah ini, merupakan desa pertanian holtikultura, sebagai penyuplai sayur-sayuran di wilayah Nyiur Melambai.

Desa Insil merupakan area pertanian holikultura di Bolmong, berada di ketinggian 1,098 m, dengan luasa wilayah 10,34 M3, adalah salah satu desa di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kebupatan Minahasa Selatan (Minsel), dengan mayoritas penduduk suku Mongondow, adapula dari suku Minahasa, hidup rukun dan damai.

Terkait pertanian holtikultura di wilayah Passi Timur, khususnya Desa Insil pada masa pandemi Covid-19, sunnguh sangat sulit, karena bertani dalam kondisi tak normal, keadaan ini tentu sangat berpengaruh terhadap produktifitas pertanian.

Terganggunya ekonomi global dan menurunnya daya beli masyarakat, turut mempengaruhi juga para petani. Apalagi sempat ada kebijakan penutupan pasar di wilayah Kotamobagu, pada tahun lalu (2020), yang merupakan pasar sasaran penjualan hasil pertanian dari Passi Timur, maklmum hanya butuh sekitar 20-an menit dari Passi Timur ke Kota Kotamoagu.

Petani holtikultura di Desa Insil turut terpukul karena dampak Pandemi Covid-19, dari segi penganggaranpengolahan lahan yang tinggi, akhirnya hanya berhemat menjadi satu-satunya cara dipilih.

Bagi Hendri Mokoagow sendiri, berhemat menjadi pilihan utama agar bisa bertahan hidup ditengah pandemi Covid-19. Lulusan S1 Jurusan Geografi di Universita Negeri Gorontalo tersebut, memilih menjadi petani holtikultura memanfaatkan ladang pertanian milik keluarga.

Tak ada yang perlu disalahkan dengan kehadiran Corona, karena bukan hanya di Indonesia, tapi melanda seantero belahan dunia. Seluruh sendi kehidupan sangat terdampak, tak hanya pengusaha, pebisnis dan bahkan pemerintahan terkena imbas dari Covid-19, petanipun turut merasakan karena hanya berharap dari hasil panen.

Comment