mediatotabuan.co, Kotamobagu – Klaster Covid-19 di PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) memakan korban, pasalnya, salah satu karyawan perusahaan tersebut yang sedang menjalani isolasi di RSUD Kotamobagu, meninggal dunia diduga akibat Covid-19, Jumat (23/07).

Karyawan tersebut berinisial YM, merupakan warga Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, yang sudah sejak beberapa tahun terakhir ini bekerja di perusahaan tambang terbesar di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) dan berlokasi di Desa Bakan, Kecamatan lolayan.

Informasi yang berhasil dirangkum mediatotabuan.co, ada puluhan pasien terkonfirmasi positif di RSUD Kotamobagu, dan kabarnya ada karyawan PT JRBM. Mereka sedang menjalankan isolasi sekaligus untuk mendapatkan perawatan intensif.

Karyawan yang meninggal dunia ini, kabarnya masuk di RSUD Kotamobagu pada tanggal 13 Juli 2021, sekitar pukul 08.00 Wita. YM saat ke rumah sakit, diantar kendaraan ambulans milik perusahaan emas tersebut.

YM, menjalani isolasi selama 10 hari dan meninggal dunia pada Jumat (23/07) sekitar pukul 10.30 Wita.

Kepala Bagian (Kabag) Umum RSUD Kotamobagu, Tofan Wahyudi Simbala, ketika dihubungi via seluler, membenarkan adanya karyawan PT JRBM yang meningal dunia.

“Iya ada karyawan JRBM yang meninggal dunia di RSUD Kotamobagu yang sedang menjalani isolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19,” akunya.

Sementara itu, upaya juga konfirmasi kepada pihak PT JRBM melalui Rudi R, baik via seluler (telpon dan SMS) maupun WhasApp (WA) di nomor 0811421xxxx tidak digubris.

 

Penulis: Gito Simbala

Comment