mediatotabuan.co, Kotamobagu – Fadel Muhammad Antu (13) seorang pelajar kelas VI Sekolah Dasar di Desa Bintjeta, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), memanfaatkan waktu libur menjadi jasa pengakut barang belanjaan di Pasar Serasi Kotamobagu. Meski masih anak-anak, tapi takut akan Covid-19 Ia tetap memakai masker.
Fadel masih tergolong anak-anak, sebab umurnya baru 13 tahun. Namun, Ia telah membantu meringankan beban orang tuanya dengan menawarkan jasa mengakut barang belanjaan di Pasar Serasi. Bila ada pengunjung pasar yang menenteng tas, Fadel menawarkan untuk membawanya sampai ke luar pasar hingga ke kendaraan.
“Mo angkat barang (barangnya mau dibantu dibawakan),” begitu Fadel biasanya menawarkan jasanya kepada para pengunjung pasar.
Dalam perjalan ke luar dari Pasar, media ini sempat mewawancarai Fadel dengan beberapa pertanyaan. Dengan malu-malu Fadel juga menjawab dengan senyum. Ditanya soal apakah masih sekolah, Ia pun menjawab sekolah di Bintjeita.
“Kelas enam SD di Bintjeita,” kata Fadel, pada Minggu (29/08).
Ditanya tinggal dengan siapa di Kotamobagu, Fadel juga menjawab bersama ibunya di Jalan baru Kelurahan Gogagoman, Kota Kotamobagu. Karena masih libur, Ia memanfaatkan untuk menjual jasa mengangkut barang belanjaan pengunjung pasar.
“Saya dibayar lima ribuan rupiah, dan per hari bisa dapat sekitar lima puluh ribu rupiah. Lumayan untuk tambahan biaya sekolah dan membantu kebutuhan keluarga di rumah,” kata Fadel yang mengaku sejak kecil tidak lagi mengenal ayahnya.
Saat disinggung soal kenapa memakai masker, Ia mengatakan saat ke luar rumah Ibunya menyuruh memakai masker dan jangan pernah dilepas, kecuali saat minum atau makan sesuatu. Menurutnya, pesan ibu agar tidak terjangkit dengan Corona.
“Mama (Ibu) bilang harus pakai masker karena akan menemui dengan banyak orang di Pasar, agar tidak terjangkit Corona,” akunya.
Tak hanya itu, Ia pun disuruh sering cuci tangan. “Mama bilang musti banya-banya cuci tangan, supaya nyanda mo dapa Covid-19 kata (Ibu bilang sering cuci tangan agar tidak terjangkit Covid-19,” kata Fadel dengan bahasa khas Manado.
Ditanya apakah tahu soal 3M, Fadel menjawab guru di sekolah sering mengatakan hal itu, bahkan mereka disuru mempraktikan cara mencuci tangan dengan benar.
“3M itu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” jawab Fadel singkat.
Saat dihubungi guru yang bertugas di salah satu sekolah dasar Bolmut, Amar Alamri mengatakan sesuai petunjuk Dinas Pendidikan Bolmut, bila sekolah sudah mulai dibuka sejak minggu ini tapi harus mentaati protkes Covid-19.
“Proses pembelajaran sudah bisa tapi tatap muka terbatas yang dilakukan hanya kapasitas maksima 50 persen. Jadi kalau kelasnya banyak murid maka bisa sesuai sift,” kata Amar melalui selularnya, Senin (30/08).
Itupun kata Amar, wajib mengikuti protkes Covid-19 3M, anak-anak dan guru harus memakai masker, kursi diatur berjarak minimal satu meter, dan disiapkan tempat cuci tangan juga sabun atau hand sanitizer.
“Wajib ikuti anjuran 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Amar.
Panulis: Fahmi Gobel






Comment