mediatotabuan.co, Kotamobagu – Rara Pasambuna pernah terlibat pembuatan film layar lebar di Jakarta dan tayang di XXI. Dimasa pandemi ini, Ia banting setir setelah pulang kampung dan giat di UMKM. Selama melakoni usaha kecil menangah itu, tak luput juga mentaati protkes 3M.
Padahal, kehidupan di Ibukota negara Ia telah jalani dengan sukses sebagai orang penting yang terlibat pembuatan film layar lebar dan sudah tayang di bioskop ternama. Tak hanya film layar lebar, Rara pun juga pernah ikut andil di berbagai film-film FTV.
Saat bersua media ini, Minggu (31/10), Rara menceritakan pengalaman pribadi dan kenapa akhirnya pulang kampung ke Kotamobagu, dari kesuksesannya ditengah hirup pikuk kehidupan di kota metropolitan.
“Pulang dari Jakarta sekitar 2017 lalu, saat ini saya bergeliat dengan beberapa teman dan aktif dengan UMKM,” kata Rara, yang mengaku lulus pasing grade sebagai CPNS tahun 2021, sembari memperbaiki masker yang Ia kenakan.
Perempuan canti ini mengatakan, dimasa pandemi semuanya serba susah. Industri perfilman juga lesuh karena tidak bisa memproduksi. Bukan hanya kami yang bisa dibilang kreator atau orang di belakang layar yang kena dampak, tapi artis-artis juga terpaksa banting setir pindah haluan ada yang jadi youtuber untuk bertahan hidup.
“Harus diakui, pandemi memang seba susah dan tidak bisa menyalahkan siapapun, jangan kan kami, artis saja ada yang banting setir,” kata Rara, yang mengaku harus patuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).
Di Kotamobagu, akhirnya Ia bertemu dengan rekan-rekan senasib yang pulang karena pandemi Covid-19. Mereka ada yang dari Kalimantan, Bali dan daerah-daerah di Indonesia, tapi kami semuanya punya darah Mongondow (Sulawesi Utara), dan bertemu di sini (Kotamobagu) dan sepakat ingin bangkit meski dengan latar belakang berbeda-beda.
“Akhirnya kami aktif mendirikan usaha berbasi UMKM, semuanya dari nol, kolaborasi pengalaman dan semangat tersisah karena terkoyak dengan Covid-19, Insya Allah bisa bangkit lagi dan memberi warna lain di kehidupan UMKM Kotamobagu,” kata Rara, disela-sela kegiatannya Sabtu (30/10).
Ia sendiri memiliki keahlian dibidang kecantikan, treatmen untuk kecantikan pernah digelutinya dimasa bergaul dengan para artis ibukota. Ilmu tersebut dia aplikasikan di Kotamobagu, dengan membuka salon kecantikan.
“Kantor saya di Mogolaing, siap menerima pelanggan yang ingin terlihat lebih cantik, bersih, intinya perawatan kecantikan,” kata Rara.
Kini pelanggannya mulai banyak, karena ia menawarkan kwalitas hasil dan aman serta sehat, dengan semangat kedaerahan, usahanya mulai naik dan diminati warga Kotamobagu.
Dengan keahlian yang dimilikinya, serta semangat UMKM bersama rekan-rekannya, akhirnya mereka juga membuat satu wadah berkumpulnya para pegiat UMKM.
“UMKM yang kami bentuk dengan berbagai usaha itu, sebetulnya ingin mengubah paradigma anak muda Kotamobagu, bahwa kita bisa punya usaha dan boleh mandiri, tanpa harus bergantung kepada orang tua. Itu semangat kolektif kami,” kata Rara.
Ia berharap, Covid-19 cepat berlalu agar UMKM lebih bergeliat lagi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Mengubah perilaku menjadi salah satu program mereka, agar jauh dari ancaman virus dari Wuhan.
Penulis: Fahmi Gobel






Comment