mediatotabuan.co, Bolmong – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, dianugerahi gelar adat “Bogani Ki Yasti“, oleh para tokoh adat di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, Senin (21/03).
Yasti Mokoagow yang juga telah dianugerahi gelar adat “Ki Sinungkudan” atau pemangku adat tertinggi ini, dianggap telah berkontribusi besar bagi pembangunan di Bolmong, baik sebelum maupun saat ini masih menjabat sebagai Bupati Bolmong.

Mulai dari pembangunan waduk Pindol, Bandara Loloda Mokoagow, Terminal Tipe A di Desa Dulangon, rencana pembangunan Kawasan Industri Mongondow (Kimong) dan sebagainya.
Hal ini, diungkapkan salah satu tokoh adat Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang juga Ketua Lembaga Warisan Budaya Bolaang Mongondow Raya (LWB_BMR), Chairun Mokoginta, saat diwawancarai mediatotabuan.co.
“Kan beliau ini (Yasti) tokoh yang sudah banyak berjasa terhadap Bolaang Mongondow. Mulai dari masih menjabat sebagai anggota DPR-RI hingga sebagai bupati,” kata Chairun.
Lanjutnya, ada empat (4) kriteria yang menjadikan Hj Yasti Mokoagow, dianugerahi gelar adat “Bogani Ki Yasti“.
“Dalam kriteria pemberian gelar tersebut ada yang disebut dengan Mokodotol, Mokorakup, Mokodia, bo Mokoanga‘,” katanya lagi.

Ia pun menjelaskan ke empat kriteria tersebut.
“Mokodotol itu adalah orang yang berjiwa patriotisme. Ia bisa memberikan rasa aman, nyaman, termasuk menjaga wilayah dengan baik. Kriteria pertama ini, kan beliau dianggap berhasil. Kedua yakni Mokorakup yaitu mampu mengayomi seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali. Buktinya, saat wabah Covid-19, beliau turun langsung ke lapangan tanpa pandang bulu. Ketiga, Mokodia yakni mampu menerapkan ketentuan-ketentuan termasuk ketegasan beliau dalam menjalankan tugasnya, dan Keempat yaitu Mokoanga’ ini terkait dengan simpatik masyarakat dimana sikap dan perilaku terutama soal hubungan sosial kemasyarakatan,” tutur Chairun.
Sehingga, dari empat kriteria tersebut, kata Chairun, menurut penilaian dan analisis sesuai dengan kajian ilmiah mereka termasuk lembaga PS2BMR dan lainnya, Yasti Mokoagow layak diberikan gelar adat.
Sebelumnya, sejumlah lembaga adat di 200 desa dan dua kelurahan tersebar di 15 kecamatan se-kabupaten Bolmong, melaksanakan Mobakid atau musyawarah adat yang dipimpin pemangku adat tertinggi di tingkat kecamatan, dan mereka bersepakat memberikan gelar adat ini, pada Jumat pekan lalu.

Pantauan mediatotabuan.co, ada sejumlah tahapan yang dilalui dalam rangkaian acara pemberian gelar adat ini.
Mulai dari Momahasa (undangan) oleh empat orang tokoh adat kepada Hj Yasti Mokoagow, untuk mengikuti prosesi pemberian gelar adat, Bupati saat menuju lokasi pemberian gelar adat disambut dengan tarian Tuitan dan Kulintang Adat, sesampainya di gerbang lokasi pemberian adat, Yasti disambut dengan prosesi itum-itum untuk permohonan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mengunakan bahasa adat, usai itu, bupati dan rombongan menuju ke lokasi dengan diiringi tari Ronggo atau tarian untuk memandu pemimpin menuju Lukotan, selanjutnya bupati saat berada di depan Lukotan kembali disambut dengan itum-itum, dilanjutkan dengan lumampang kon uwatoi muna, dan sesudahnya dipersilakan duduk ditempat duduk sementara untuk proses adat selanjutnya.
Bupati Hj Yasti Mokoagow, saat duduk ditempat sementara, disambut dengan tarian kabela, dan selanjutnya bupati mengikuti dan menyaksikan Bakid atau musyawarah adat oleh para tokoh adat dari berbagai penjuru di Bolmong yang dipimpin seorang tua adat.
Setelah agenda tersebut, masuk pada persiapan pemberian gelar adat (Podui’an) dengan tahapan prosesi Molumbat atau membersihkan diri hari hal-hal buruk, selanjutnya prosesi penyerahan Kokaloi atau simbol kekuatan dan ketangkasan Bogani oleh seorang Bolian, selanjutnya pemasangan Bulan-Bulan Popadong atau sumber cahaya yang menerangi kehidupan manusia oleh seorang wanita, lalu melewati Sinsing Taidan sebagai simbol kepatuhan terhadap norma-norma adat istiadat yang berlaku di Bolmong, setelahnya, Hj Yasti Mokoagow dipersilakan menduduki kursi kehormatan adat (Upuan).

Usai semua prosesi adat dijalankan, selanjutnya Hj Yasti Soepredjo Mokoagow atau “Bogani Ki Yasti“, para tamu dan undangan, disuguhi dengan penampilan seni dan budaya leluhur Bolmong “Bondit i Paloko terhadap Tadohe” diiringi alat musik tradisional Rabambo.
Usai dianugerahi gelar “Bogani Ki Yasti” Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow secara pribadi, keluarga, dan pemerintah Kabupaten Bolmong menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Bolmong.
“Teristimewa kepada seluruh tokoh-tokoh adat, sangadi, BPD, yang sudah memberikan gelar adat sebagai “Bogani Ki Yasti”,” ucapnya.
“Tentu ini merupakan penghormatan dari masyarakat kepada saya dan ini adalah amanah dari masyarakat, alhamdulilah saya terima dengan baik, dengan senang hati. Dan tentu kedepan wajib bagi saya, dimanapun saya berada, untuk tetap menghormati dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Bolmong,” ucapnya lagi.

Yasti menjelaskan, adalah kewajiban baginya untuk memajukan Bolmong, istimewanya setiap anak Bolmong harus dibantu, sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.
“Dimana bumi kita pijak, disitu langit kita junjung. Jadi tentu menjadi kewajiban bagi saya sesuai, dengan kemampuan saya, untuk kita sama-sama saling memajukan. Insyaallah, amanah ini saya akan jaga dengan sebaik-baiknya,” tukas matan Ketua Komisi V DPR-RI ini.
Advetorial/Gito Simbala






Comment