mediatotabuan.co, Kotamobagu – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir Hi Joko Widodo (Jokowi) akhir pekan lalu, mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Akibat pengumuman tersebut, sejumlah organisasi termasuk Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bolaang Mongondow (Bolmong), melakukan aksi protes atas kebijakan yang diambil pemerintah tersebut.

Senin (05/09/2022) siang, PC PMII Bolmong, menggelar aksi di tiga titik di Kota Kotamobagu. Titik pertama, dilakukan di Tugu Permesta, titik kedua di simpang empat MRBM, dan titik terakhir dilakukan di depan kantor eks bupati Bolmong.
Aksi protes yang mendapat pengawalan personil Polres Kotamobagu dan Kodim 1303 Bolmong ini, tak beakhir disitu. Namun pada malam harinya, puluhan kader PMII Bolmong ini, kembali melanjutkan aksinya dalam bentuk refleksidi Tugu Permesta.
Aksi refleksi bertajuk “Matinya Hati Nurani Penguasa” ini, diisi dengan pemasangan lilin sebagai simbol matinya nurani para pemimpin negeri ini atas kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi, orasi ilmia, musikalisasi puisi dan diakhiri doa bersama untuk keselamatan bangsa.
“Ini bagian dari lanjutan aksi protes kami atas kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi,” ujar Koordinator Aksi yang juga Ketua Umum PMII Bolmong, Serajudin Lasabang ST.
“Seperti yang sudah Kami serukan sebelumnya, PMII Bolmong akan terus mengawal isu ini dengan tetap berpegang teguh pada kesempatan yakni “MENOLAK KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK BERSUBSIDI”, dan kami pastikan, bila aksi penolakan PMII ini akan terus berlangsung sepanjang bulan September ini,” ketus Serajudin.
Sementara itu, pengendara Becak Motor (Bentor), Dayat, mendukung aksi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Kita sebagai supir bentor mendukung demo mahasiswa menolak kenaikan harga BBM ini,” dukungnya.
Pria paruh baya menilai, kenaikan harga BBM bersubsidi akan menambah kesulitan hidup yang menimpah masyarakat, khususnya kurang mampu.
“Biasanya harga BBM naik, pasti harga barang-barang kebutuhan juga ikut naik. Pendapatan pas-pasan bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hari-hari, yah bagimana lagi. Ba suara, nintahu ba suara pa siapa. Makanya dengan adanya mahasiswa ba demo ini, so mewakili kita pe isi hati,” tukasnya.
Penulis: Gito Simbala






Comment