MEDITOTABUAN, KOTAMOBAGU – Orasi politik yang menggemah di Kotamobagu, dr. Weny Gaib, SpM, menunjukan kecerdasan intelektual saat undian nomor urut.
Dibilang klop karena Weny berkolaborasi dengan sikap adem Rendy Virgiawan Mangkat, hingga menciptakan pasangan calon yang saling melengkapi.
Dengan jargon “The Winner,” mereka bukan sekadar menyebutkan kemenangan, melainkan menciptakan harapan baru bagi masyarakat Kotamobagu.
Weny, dengan kecerdasan intelektual yang dimilikinya, telah menuangkan mimpinya untuk membangun Kotamobagu, salah satunya dengan lebih memajukan kualitas pendidikan, sejajar dengan daerah yang lebih dulu berkembang.
“Pendidikan adalah dasar pembangunan. Jika kita melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, Kotamobagu akan dipenuhi oleh kecerdasan yang mampu membangun masa depan,” ungkapnya pada Rabu pagi (25/9/2024), sebelum memulai aktivitas sehari-harinya.
Keinginan dokter spesialis mata ini bukan hanya sekadar mimpi; ia telah membuktikannya dengan mendirikan pondok pesantren yang kini memiliki puluhan santri di Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Menurut Weny, pendidikan perlu dilandasi dengan pendalaman ilmu agama agar melahirkan anak-anak Kotamobagu, yang cerdas dan berakhlak.
“Ketika kepintaran dan akhlak berpadu, SDM di Kotamobagu akan menjadi berkualitas secara intelektual dan berakhlakul karimah,” kata suami tercinta Rindah Mokoginta ini.
Dibalik kecerdasan Weny, terdapat sosok Rendy yang adem dan menyejukkan. Rendy adalah seorang santri yang belajar dari ulama besar Sulawesi Utara, Habib Umar Bin Ali Assegaf.
Tidak heran jika banyak warga Kotamobagu menganggapnya sebagai calon pemimpin yang mampu memberikan ketenangan, kelembutan.
Apalagi dalam setiap orasinya, Rendy sering menyisipkan penggalan ayat atau sholawat, hingga menciptakan suasana damai yang membuat audiens tersenyum hanyut dalam rasa sejuk dan tenang.
“Yang dibutuhkan di Kotamobagu adalah kesejukan dan kedamaian, agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, menggugah harapan di hati para pendengar.
Dibalik kecerdasan dan keademan ini, keduanya selalu mendapatkan dukungan dari para ulama dan kiyai yang senantiasa mengiringi langkah mereka.
Weny selalu meminta nasihat dari guru-guru spiritualnya, sementara Rendy, sebagai santri, memiliki landasan ilmu agama yang kuat.
Dengan latar belakang sebagai pengusaha mandiri, pasangan calon ini paham betul bahwa amanah yang mereka emban adalah untuk rakyat, dan bertuan kepada rakyat.
Tokoh agama Sulawesi Utara, Habib Umar, bersilaturahmi di kediaman Rendy di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan mengatakan “Insya Allah, sebagai guru Rendy, saya mendukung dokter Weny dan Rendy menjadi pemimpin Kota Kotamobagu. Saya sangat berharap keduanya terpilih,” kata Habib Umar, dalam iringan doanya.
Sebagai pimpinan majelis Ittihadul Ummat, Habib Umar menilai pasangan WG-RVM memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin.
“In syaa Allah, jika terpilih, keduanya akan mampu mengemban amanah sebagai pemimpin Kota Kotamobagu,” harapnya.
Lebih dari sekadar dukungan, Habib Umar juga mendoakan pasangan ini dalam Pilwako Kotamobagu. “Doa adalah bentuk ikhtiar. Saya berharap semua dimudahkan hingga tanggal 27 November nanti,” tuturnya penuh harapan.
Namun, ada yang lebih mendalam yang membuat Weny dan Rendy terlihat kuat melangkah pasti menuju kemenangan Pilkada Kotamobagu 2024—doa dari kedua ibunda mereka dan istri tercinta.
Keduanya, yang telah kehilangan sosok ayahanda tercinta—Weny anak almarhum H. Miden Gaib pengusaha dan tokoh Syarikat Islam, dan Rendy putra almarhum H. Kadir Mangkat pengusaha dan politisi mapan, menjadi bukti bahwa perjalanan mereka tidak hanya berkisar pada politik, tetapi juga mengandung emosional yang dalam.
Dengan dukungan dari berbagai partai seperti PKB, Golkar, Gerindra, PKS, PSI, Perindo dan Partai Ummat, Weny dan Rendy, yang dijuluki “The Winner,” melangkah penuh harapan menuju Pilkada Kotamobagu 2024, siap untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.***






Comment