
BITUNG – Beberapa hari di pekan ini, tingkat curah hujan yang disertai angin kecang melanda hampir di seluruh wilayah di Sulawesi Utara.
Bahkan sejak hari Jumat (21/3) sampai dengan Sabtu (22/3) hujan deras yang melanda Sulawesi Utara telah mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah Kabupaten/ Kota di bumi Nyiur Melambai, termasuk di Kota Bitung.
Menyikapi hal tersebut, Walikota Bitung, Hengky Honandar langsung mengambil langkah tepat dengan memberikan instruksi kepada seluruh Camat bersama Lurah di Kota Bitung untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana.
“Peran pemimpin wilayah sangat penting dalam mitigasi bencana, dan harus berkoordinasi dengan instansi terkait”, tegas Walikota.
Oleh karena itu Walikota Honandar meminta kepada seluruh Camat dan Lurah agar menjadikan Kantor Kecamatan dan Kantor Kelurahan di Kota Bitung untuk dijadikan sebagai Posko Siaga Bencana dan dioperasikan selama 24 jam.
“Menghadapi cuaca ektrim seperti saat ini maka garda terdepan yang harus memastikan keselamatan warga adalah Camat dan Lurah. Oleh karena itu jangan menunggu perintah. Segera ambil inisiarif dan lakukan koordinasi dengan dinas terkait,” ujar Walikota, Sabtu (22/3/2015).
Untuk Kota Bitung ada sejumlah wilayah yang menjadi perhatian khusus karena rentan terjadi bencana, diantaranya yaitu Girian Bawah, Pusat Kota, Madidir, Wangurer, Batuputih, Lembeh Utara dan Lembeh Selatan.
“Diharapkan dilakukan pemantauan secara intensif pada sejumlah wilayah yang rentan terjadi bencana, terutama bencana banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang. Selain itu berikan edukasi kepada warga jika menghadapi situasi berbahaya akibat dampak dari cuaca ekstrim yang terjadi saat ini,” terang Honandar.
Disisi lain Walikota Bitung ini meminta kepada seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan karena ini adalah salah satu upaya menghindari terjadinya bencana banjir.
“Masih banyak yang harus dilakukan dalam upaya menghindari kejadian yang tidak diinginkan, diantaranya melakukan perbaikan tanggul, pembersihan saluran air, hingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana, dan semua itu dilakukan dengan kerjasama dari semua pihak,” pungkasnya.(YodieR)






Comment