Pastikan Takjil Bebas Pewarna dan Pengawet, Dinkes Bitung Pemeriksa Sampel Takjil

BITUNG – Sebagai upaya untuk mensuport kegiatan keagamaan khususnya bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa, dimana berburu takjil sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat yang bukan saja dari umat Islam bahkan beragama lainnyapun turut memeriahkan berburu makanan ringan yang dijajakan oleh sejumlah pedagang.

Terkait hal ini maka Dinas Kesehatan Kota Bitung melibatkan diri untuk memastikan jajanan yang dijual oleh para pedagang ini bebas dari campuran bahan berbahaya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung, dr. Pitter Lumingkewas kepada media ini saat ditemui di sela-sela pengujian selumlah sampel bahan jajanan.

“Berburu Takjil sudah menjadi tradisi yang membudaya di kalangan masyarakat, bukan saja umat Muslim melainkan umat Kristiani juga ikut mencari berbagai jajanan makanan ringan. Oleh karena itu Dinas Kesehatan perlu menjamin keamanan bahan makanan tersebut, makanya kami mengambil beberapa sample makanan untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Kadis.

Selanjutnya Kadis Kesehatan Kota Bitung ini mengungkapkan ada empat jenis yang dilakukan pemeriksaan.

“Empat jenis yang diperiksa yaitu pewarna dalam hal ini untuk warna merah dan warna kuning, serta dua jenis pengawet, dalam hal ini Boraks dan Formalin. Untuk empat jenis ini perlu dilakukan pemeriksaan sebab sejauh ini banyak masyarakat yang belum mengetahuinya,” terang Lumingkewas.

Disisi lain Kadis saat ditanya soal indikasi adanya penggunaan bahan berbahaya dalam pengolahan Takjil tersebut mengatakan bahwa sejauh ini dari sejumlah sample yang diperiksa, belum menemukan penggunaan bahan berbahaya yang dimaksud.

“Belum ada yang ditemukan. Kami berharap sampai selesai diperiksa, tidak ada bahan berbahaya yang digunakan,” pungkasnya.***

Penulis: Yodie

Comment