Kotamobagu “Darurat KDRT dan Kesehatan Mental”, Ini Kata Wawali Rendy Mangkat

KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat SH MH, menegaskan kekerasan di rumah tangga adalah masalah serius.

Rendy Mangkat mengatakan, pemerintah harus membangun sistem pendukung kuat untuk menjaga mental dan masa depan keluarga.

Hal itu dikatakan Rendy Mangkat, saat sosialisasi pola aush anak dan remaja era digital, Selasa (5/8/2025).

Wawali Rendy Mangkat membuka kegiatan yang digelar di aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu.

Kegiataan digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Tim Penggerak PKK Kotamobagu.

Sosialisasi tersebut mengatakan subtema Kotamobagu Darurat KDRT dan Kesehatan Mental.

Baca Juga: Weny Gaib Ajak Bupati Haltim Tinjau Persemaian Kakao di Kotamobagu

Langkah sosialisasi ini, Rendy Mangkat memberi apresisasi kepada TP-PKK dan DP3A atas kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga luka psikologis yang dapat berdampak jangka panjang,” ungkap Rendy Mangkat.

Bahkan kata dia, dampaknya kepada perempuan dan anak-anak.

Karena anak-anak yang tumbuh di lingkungan penuh kekerasan berisiko tinggi mengalami trauma yang memengaruhi kepribadian serta kesehatan mental mereka hingga dewasa.

“Tindakan kekerasan di rumah tangga adalah masalah serius yang harus dihadapi bersama,” ungkapnya.

Sehingga, harus ada sistem pendukung yang kuat demi menjaga kesehatan mental dan masa depan keluarga di Kotamobagu.

“Ini yang harus diseriusi,” tambahnya.

Ia juga mengutip data di Sulut, bahwa ada 209 kasus KDRT, yang terdiri dari 64 korban perempuan dan 145 korban anak-anak.

“Angka ini harus menjadi perhatian bersama, bukan sekadar statistik,” tegasnya.

Hadir saat itu, Ketua TP PKK Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta dan istri Wawali Kotamobagu, Resty Ava Mangkat Somba.***

Comment