MINAHASA UTARA — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hardian Irfani mengapresiasi pelaksanaan Workshop Semarak Budaya Gorontalo yang sukses digelar di Restoran Sweet Memory, Tontalete, Kecamatan Kema, Kamis (18/8/2025).
Menurut Irfani, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi gagasan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi warga Gorontalo di perantauan.
“Kami ingin memastikan tidak ada sejarah yang hilang dari catatan Republik ini,” kata Irfani.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh adat Gorontalo di Minahasa Utara atas peran mereka menjaga tradisi dan nilai-nilai Islam lokal.
“Kegiatan seperti ini penting untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat Gorontalo,” ujarnya.
Workshop tersebut menghadirkan empat pembicara dengan perspektif berbeda. Sekretaris KKIG Sulut Suardi Idun Hamzah memaparkan sejarah migrasi warga Gorontalo ke Minahasa Utara.
Sementara Wakil Ketua KKIG Sulut H Husen Pedju menekankan peran warga Gorontalo dalam mempertahankan budaya di tengah arus globalisasi.

Ketua KKIG Minahasa Utara H Sarhan Antili yang juga penggagas kegiatan menilai acara ini sebagai langkah awal untuk memetakan potensi warga Gorontalo di daerah tersebut.
“Jumlah warga Gorontalo di Minahasa Utara cukup besar dan bisa menjadi kekuatan membangun bersama,” kata Sarhan.
Tokoh muda Gorontalo Arya Djafar dalam kesempatan itu mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan budaya Gorontalo.
“Tujuannya agar lebih dekat dengan kalangan milenial dan Gen Z,” kata Arya.
Acara ini terselenggara atas kerja sama Kementerian Kebudayaan dan DPR RI melalui Lalu Hardian Irfani.
Kehadiran Irfani mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang menilai program ini sebagai langkah mendukung pelestarian budaya dan keterlibatan generasi muda.
Diskusi berlangsung aktif dengan sejumlah isu penting, seperti penguatan organisasi budaya, adaptasi tradisi di era digital, serta kerja sama lintas generasi untuk menjaga warisan Gorontalo.
Workshop ditutup dengan penampilan Qasidah dan Tari Dana-Dana berbahasa Gorontalo dari Sanggar Budaya Kauditan II, dilanjutkan doa bersama serta ramah tamah yang menambah keakraban warga Gorontalo di Minahasa Utara.***






Comment