Menurut Dion yang juga penulis ini, kunjungan kerja Fadli Zon, Rabu kemarin, bukti keseriusan gubernur, mengembangkan sektor kebudayaan daerah.
Karena kedatangan Menbud ini pasti melihat perkembangan sektor kebudayaan Sulut, sekaligus meninjau langsung progres revitalisasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.
“Kami mengapresiasi kunjungan Menteri Kebudayaan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian kekayaan budaya di Sulut,” kata Dion.
Dikatakan, Museum provinsi memang memegang peran penting sebagai ruang edukasi, dokumentasi, dan pewarisan nilai-nilai budaya dari tiga kelompok etnis besar, Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Nusa Utara.
“Kami juga menyampaikan sebuah harapan besar, bahwa penataan Museum Provinsi Sulut, nanti akan mencerminkan keberagaman budaya secara menyeluruh dari Sulut,” kata Dion.
Ia juga sangat berharap, seperti misalnya budaya Bolaang Mongondow Raya, yang memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar, menjadi bagian narasi kebudayaan Sulawesi Utara.
“Harapannya, wajah baru museum nanti benar-benar menjadi panggung besar yang menampilkan seluruh kekayaan etnis di Sulut,” katanya.
Baik sisi arsitektur, narasi sejarah, ruang pameran, maupun kurasi koleksi harus mengakomodasi representasi budaya di Sulut.
Sebelumnya, Gubernur YSK mendampingi kunjungan kerja Menbud Fadli Zon, di Sulut.
YSK ber






Comment