SULUT – Bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi perhatian Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (SE).
Sehingga, Gubernur YSK, menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan di seluruh wilayah Sulut, saat Rakor Kamis kemarin.
Saat memimpin Rakor Kesiapsiagaan Bencana serta Pengamanan Aktivitas Masyarakat Menjelang Nataru, YSK mengurai soal ketidaksatbilan cuaca saat ini.
YSK katan, rangkaian bencana di Sumatera karena adanya ketidakstabilan cuaca yang saat ini dan terjadi di berbagai daerah.
Curah hujan yang meningkat, perubahan pola angin, dan ancaman banjir hingga longsor menjadi faktor yang harus diantisipasi sedini mungkin.
“Ini juga harus menjadi perhatian oleh pemerintah kabupaten kota dan seluruh instansi terkait,” tegas Gubernur Yulius Selvanus.
Baca Juga: Tahlis Galang Rakor Bersama BPJS Ketenagakerjaan Dalam Pemadanan Data
Sebagai wujud empati, Pemprov Sulut menyalurkan Rp1,5 miliar untuk membantu penanganan bencana di tiga provinsi tersebut.
Bagi Gubernur YSK, dukungan ini bukan hanya soal bantuan materi, melainkan juga memperkuat kesiapsiagaan di daerah sendiri.
“Pentingnya koordinasi antarlembaga, penyiapan sarana evakuasi, serta peningkatan mitigasi risiko di titik rawan bencana,” tegas YSK lagi.
Gubernur turut menyoroti laporan di tiga kabupaten di Aceh yang terisolasi akibat cuaca ekstrem.
“Kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bagi Sulawesi Utara, terutama dalam memastikan akses transportasi tetap aman dan respons cepat,” tegasnya lagi.
Ia pun mengajak seluruh peserta rakor, mulai dari pemerintah daerah, TNI Polri, hingga relawan, untuk bekerja lebih terencana menghadapi masa Nataru 2026.
“Selain memberi dukungan kepada Sumatera, Sulut juga harus memastikan kesiapan internal agar dapat meminimalkan risiko bencana,” imbuhnya.***






Comment