mediatotabuan.co, Kotamobagu – Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, salah satu pedagang Alfrida (45), berjualan sayur mayur di Pasar Serasi Kotamobagu.
Pedagang asal Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara ini, setiap harinya sekitar pukul 03.00 Wita, keluar rumah menuju pasar untuk berjualan.
“Saya datang ke pasar jam tiga subuh setiap harinya, untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ucapnya.
Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari, hasil berjualan ini jaga digunakan untuk membiayai uang sekolah anaknya yang masih duduk di bangku SMA dan satunya lagi sebagai mahasiswa.
“Dari hasil jualan ini juga digunakan untuk biaya sekolah anak saya,” aku Alfrida, saat diwawancarai Mediatotabuan.co, Kamis (29/10).
Ibu dua anak ini mengatakan, pendapatannya untuk berjualan diantaranya sayuran, pisang, cabai, dan lainnya ini, tidak menentu.
“Jika jualan cepat habis, saya akan cepat pulang ke rumah, tapi biasanya paling sering pulang nanti jam dua belas (12) siang,” tuturnya.
Saat disinggung soal pendapatan selama pandemi Covid-19 dan sebelum adanya virus asal Kota Wuhan, China ini, Alfrida mengatakan, saat ini lebih sulit.
“Dimasa awal pandemi Covid-19, sangat sulit. Bukan hanya pendapatan. Tapi tempat berjualan juga sulit karena ada pembatasan dari pemerintah untuk berjualan di pasar,” tuturnya lagi.
“Saat ini memang sudah bisa berjualan di pasar secara normal dan untuk pendapatan selama berjualan tak menentu, kadang jualan habis terjual kadang juga tidak,” tambahnya.
Lanjutnya, meski telah diperbolehkan berjualan, namun harus mematuhi syarat Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.
“Selama pandemi Covid-19, semua penjual bahkan pembeli harus mematuhi protokol kesehatan untuk menjaga dari resiko tertular Covid-19, jadi setiap berjualan selalu memakai masker dan menjaga jarak dengan pembeli,” kata Alfrida.
“Petugas juga setiap hari selalu datang mengingatkan ke kami pedagang agar selalu memakai masker dan menjaga jarak,” jelasnya.
Ia berharap, pandemi Covid-19 ini, segera berakhir.
(Mg1/Gito)






Comment