mediatotabuan.co, Manado – 13 media anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Utara (Sulut), meminta kepada pimpinan sidang agar pasangan Agustinus Hari dan Supardi Bado, kembali memimpin organisasi pada periode 2020-2023.
Agustinus (Pemred Barta1.com) dan Supardi (Pemred Sulawesion.com) akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai ketua dan sekretaris dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) AMSI Sulut ke-2 di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Sulut, Sabtu (16/1).
13 media anggota AMSI Sulut yang hadir secara terbuka menyampaikan kepada pimpinan sidang, Yoseph Ikanubun dan Fahmi Gobel, agar kepemimpinan Agust-Supardi kembali dilanjutkan.
“Kami menilai keduanya sukses memimpin AMSI Sulut pada periode pertama. Sehingga mereka layak memimpin AMSI Sulut lagi,” ujar Pemred BeritaManado.com, Finda Muhtar.
Baca Juga: Inilah 15 Media Siber Bakal Hadiri Konferwil II AMSI Sulut di Sutan Raja Kotamobagu
Senada disampaikan Pemred Zonautara.com, Ronny Adolf Buol menyampaikan saat laporan pertanggungawaban pengurus AMSI Sulut 2017-2020 telah diterima dengan baik. “Saya kira duet maut ini harus melanjutkan tugas memimpin AMSI Sulut tiga tahun ke depan,” katanya.
Sebelumnya juga telah terpilih Badan Pengawas AMSI Sulut yakni Yoseph E Ikanubun (DetikManado.com) dan Ishak Kusrant (TeropongBMR.com) dan Hanny Sumakul (CEO BeritaManado.com) masuk sebagai Majelis Etik, plus dua nama lain akan diputuskan ketua dan sekretaris terpilih.
Pada pembukaan Konferwil, Ketua Umum (Ketum) AMSI, Wenseslaus Manggut menyampaikan lanscape media sekarang berbeda. Semua bisa bikin media.
“Misalnya, sisi produksi yang bikin konten juga bukan hanya kita (media). Distribusi 90 persen bukan dikendalikan oleh kita. Platform ini pikir bisnis, sehingga jadi barang dagangan. Namun jurnalisme tidak jatuh dalam barang dagangan. Klik bait, konten yang tidak bermutu. Tantangan kita adalah benahi dulu ekosistem, karena oksigennya itu,” katanya.
Titik keseimbangan itu yang kita nego dengan platform. Media harus hidup supaya google tidak mati.
“Kemudian pandemi datang sebelum kita dapat. Ekosistem fair tidak menjerumuskan jurnalisme menjadi komoditi. Ekosistem yang sehat, jurnalisme tidak tersesat dalam ekosistem yang tidak sehat,” ujar Kak Wens.
Lalu bagaimana media di daerah merumuskan konten-konten lokal. Pandemi mengajarkan kita pada proximity. Kedekatan dengan pembaca. Orang akan mencari berita-berita lokal.
“Di Manado daerah mana saja yang zona merah, dimana saja yang bisa bepergian. Informasi itu yang dicari orang sehingga meningkatkan traffic pembaca di media kita,” paparnya.
Korwil AMSI Indonesia Timur, Upi Asmaradhana berharap Konferwil ke-2 AMSI Sulut bisa merumuskan program-program ke depan yang lebih baik dari periode sebelumnya.
“Kemudian pengurus dan anggota harus solid, sebab banyak kegiatan nasional yang akan diberikan ke AMSI wilayah, terutama di AMSI Indonesia Timur,” imbuhnya.
Korwil juga menambahkan, AMSI Sulut sangat solid, itu yang dibutuhkan dalam organisasi. Itu terlihat dari tekad media yang tergabung dalam AMSI Sulut, mampu merumuskan program secara bersama-sama, dan ini adalah contoh yang sangat baik.
“AMSI Sulut menjadi contoh bagi AMSI wilayah lain, bagaimana membangun soliditas berorganisasi. Buktinya, AMSI Sulut sudah bisa secara mandiri membeli tanah untuk membangun sekretariat,” tambah Upi, sebelum menutup Konferwil.
Sumber: AMSI Sulut
Peliput: Gito/Yudi/Adri






Comment