by

Tulude Tradisi Sangihe Terus Diperlihara dan Menjadi Kearifan Lokal di Bolsel

Bolsel, MT – Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) akhirnya menjadi daerah multi kultur setalah masuknya beberapa etnis ke daerah ini. Menariknya, tradisi-tradisi yang di bawah masuk ke daerah selatan Bolmong Raya (BMR) ini, justru dijadikan warisan budaya dan dipelihara sebagai bagian kekayaan dari kearifan lokal daerah religius ini.

Padahal, sejak lama mayoritas suku yang mendiami di wilayah ini adalah suku Bolango (swapraja), Gorontalo dan Mongondow. Namun, suku lain juga terterima dengan baik di sini, dan tak hanya penduduk luar yang boleh masuk, tapi tradisinya menambah kekayaan budaya Bolsel.

Bupati dan Wakil Bupati Bolsel, bersama H2M disambut adat di acara Tulude.

Sehingga wajar bila Bolsel saat ini menjadi salah satu daerah nan religius serta kaya akan tradisi dan budaya, seakan menambah khasanah seiring kemegahan alamnya yang indah.

Tradisi Tulude merupakan hajatan setiap tahun yang diperingati masyarakat etnis Sangihe dan Talaud. Telah dinobatkan sebagai salah satu kearifan lokal daerah ini adalah warisan kebudayaan yang diwariskan para leluhur mereka yang hingga kini terus dilestarikan oleh generasinya.

Panggung yang disediakan bagi pejabat Bolsel serta undangan.

Tulude dalam bahasa Sangihe berasal dari Suhude yang memiliki arti tolak, yang juga diartikan upaya untuk menolak atau bergantung pada hal apapun di tahun lalu, dan siap menyongsong tahun yang baru.

Tulude pada hakikatnya merupakan kegiatan upacara pengucapan syukur kepada Mawu ruata gehinggona langi atau Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkahnya kepada umat manusia di tahun yang lalu,” ujar Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, saat membuka Festival Masamper dan acara adat Tulude yang digelar di Kecamatan Pinolosian Timur, Jum’at (31/1).

Menurut Kamaru, adanya Festival Tulude ini, membuka mata kita bahwa Bolsel merupakan daerah yang kaya akan budaya.

“Ini membuktikan di ujung Bolsel pun, kearifan lokal masih terus tumbuh dan lestari ditengah gempuran arus moderniasi,” ujarnya.

“Khasanah kearifan lokal seperti ini perlu adanya konsistensi kita semua untuk menjaga dan melestarikan peninggalan leluhur. Sebab semua ini syarat akan nilai kemanusiaan, keberagaman agama, suku budaya dan adat istiadat,” kata Kamaru.

Bupati Bolsel itu menambahkan, Festival Masamper dan acara adat Tulude tersebut telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolsel. Selain itu, hal ini merupakan salah satu wujud visi dan misi daerah.

Diketahui, hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Dedy Abdul Hamid, pejabat teras Pemkab Bolsel, dan Anggota DPR RI Herson Mayulu, S,IP (Bupati Guhanga Bolsel)

(adv/wahyu)

Comment