mediatotabuan.co, Manado — Legislator Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Yusra Alhabsyi SE, prihatin kejadian dugaan kasus bullying (perundungan) dan penganiayaan di Kotamobagu baru-baru ini.
Sebagai wakil rakyat dari Bolaang Mongondow Raya (BMR), Yusra merasa prihatin karena kasus tersebut melibatkan sejumlah pelajar, dan langsung mencuat di media sosial, Senin lalu.
Menurutnya, ini fakta bahwa dunia pendidikan di Sulut terlebih khusus di Kotamobagu perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah kota dan provinsi.
“Pengawasan terhadap peserta didik harus lebih ketat, baik dari guru maupun orang tua,” tegas Yusra, yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Kamis (4/3).
Bahkan kata Yusra, dunia pendidikan perlu menyediakan waktu dan materi pembelajaran etik, tata krama dan adab pada peserta didik, serta menerapkannya di lingkungan sekolah.
Berita Terkait: Kasus Bullying Kotamobagu, Prasetya: Tugas Pelajar adalah Belajar
“Saya rasa sudahnya saatnya kita untuk benar-benar menjadikan sekolah sebagai tempat pembentukan karakter bagi anak-anak didik, dan bukan hanya sekedar mengejar target prestasi peningkatn IQ,” kata Legislator Bolmong dua periode ini.
Personil Komisi IV DPRD Provinsi Sulut, yang salah satu mitranya adalah instansi pendidikan ini juga mengimbau kepada para orang tua, harus lebih ketat mengawasi anak dalam menggunaan hand phone jenis Android.
“Karena ini menjadi salah satu pemicu dalam berbuat tindakan yang tidak terpuji,” imbuh Yusra, (Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sulut).
Begitupun intansi terkait, seperti dinas perlindungan perempuan dan anak, pihak Kepolisian, BNN dan lembaga lainnya, harus lebih sering masuk ke lingkungan sekolah untuk sosialisasi, agar anak didik mendapat banyak pencerahan dan pengetahuan tentang akibat melanggar hukum.
“Kita semua harus kolaborasi, bersinergi bagaimana menjadikan generasi masa depan ini benar-benar berkarakter, dan jauh dari persoalan hukum,” imbuh Yusra lagi.
Berita Terkait: Begini Nasib Tiga Gadis Belia TSK Dugaan Kasus Bullying di Kotamobagu
Dia juga mengimbau kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait, agar melihat kejadian ini dari segala sudut pandang, tempuhlah jalan penyelesaian yang benar-benar adil dan tak ada yang merasa dirugikan.
“Bagaiamanpun mereka adalah aset Bangsa, jangan sampai anak-anak ini dicederai masa depannya. Sebaiknya upayakan dan arahkan mereka ke hal-hal yang lebih positif lagi, karena anak-anak butuh bimbingan, baik orang tua, guru dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Diketahui, jagad maya ramai dengan dugaan penganiayaan dan bullying (perundungan) kepada seorang gadis remaja inisial HM, Senin (1/3). Belakangan, muncul korban lainnya dan telah melapor ke Polisi. Kini kasus tersebut dalam penanganan Unit PPA Polres Kotamobagu.
Penulis: Gito Simbala






Comment