mediatotabuan.co, Kotamobagu – Untuk menekan angka stunting, Pemerintah Kotamobagu (Pemkot), melalui Bappelitbangda Kota Kotamobagu menggelar Kick off Meeting Strategi Nasional (Stranas), Penanganan Stunting Senin, (15/3).
Kegiatan kick off meeting berlangsung di Aula Kantor Bappelitbangda, diikuti oleh Asisten, Staf Ahli, Sekda, Kepala Perangkat Daerah terkait, perwakilan dari BPJS Kesehatan, dan Kementerian Agama Kotamobagu.
Dalam acara ini Pemkot Kotamobagu menghadirkan narasumber Sam Patoro Larobu, SH,MH, sebagai Tenaga Ahli Regional V Direktorat Jenderal Bina Bangda Kemendagri.

Sekretaris Daerah (Sekda), Kotamobagu Ir Sande Dodo MT, dalam sambutan mengharapkan, kegiatan tersebut dapat memberikan arah terkait intervensi penurunan angka stunting yang terintegrasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan review kinerja.
“Para pihak terkait, perangkat daerah dan desa atau kelurahan juga perlu untuk membagi peran serta tanggung jawab yang jelas untuk memastikan efektivitas intervensi penurunan stunting,” ujarnya.

Kepala Bappelitbangda Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta SH, turut mendampingi Sekda mengatakan bahwa kick off meeting ini penting untuk dilaksanakan guna mengantispasi kasus stunting dan fertility rate di Kotamobagu.
“Outputnya berupa desain arah kebijakan penanganan stunting daerah yang terintegrasi dengan dokumen perencanaan,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Ibnu Subhan SS, MM, mengungkapkan saat ini angka stunting di Kotamobagu berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2020 berjumlah 208 balita atau 5,09% dan jumlah sasaran Balita berjumlah 7.544.
“Ini yang akan menjadi fokus Pemerintah melalui kolaborasi program kegiatan lintas perangkat daerah,” jelasnya.
(Adve)






Comment