mediatotabuan.co, Bolsel – Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), menargetkan penuntasan ratusan buta aksara di Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim).
Ini disampiakan Kepala SPNF SKB Bolaang Bolsel, Mohammad Nasir Hondango, Rabu (31/3).
“Ada 107 orang di Kecamatan Pinolosian Timur menjadi target kami dalam penuntasan buta aksara atau yang tidak dapat membaca dan menulis,” kata Nasir.
Ia mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan mulai dari tanggal 23-26 Maret 2021 untuk menjadikan wilayah timur Bolsel itu sebagai proyek percontohan (pilot project) penuntasan buta aksara.
“Dari data 107 yang ada ini nanti akan dipetakkan, karena akan dipisah mana yang umur 25 tahun ke atas dan 25 tahun ke bawah,” kata Nasir Hondango.
Pepen menambahkan, program ini baru pertama kali dilakukan di Bolsel. Terdapat dua program penuntasan buta aksara yang akan dijalankan yakni: keaksaraan dasar dan keaksaraan usaha mandiri (kum) atau multi aksara.
“Keksaraan dasar yaitu pembelajaran calistung: membaca, menulis dan berhitung selama tiga bulan, sampai bisa. Sementara keaksaraan usaha mandiri yaitu, pembelajaran keterampilan usaha agar bisa meningkatkan produktifitas warga belajar yang telah mencapai kompetensi keaksaraan dasar,” ungkapnya.
Ia pun merinci sejumlah desa di Pinolosian Timur yang terdapat buta aksara di antaranya: Desa Perjuangan (20 orang), Posilagon (18 orang), Dumagin A (13 orang), Modisi (12 orang), Iligon (10 orang), Dumagin B (9 orang), Dayow (8 orang), Pidung (7 orang), Onggunoi Selatan (5 orang) Matandoi (3 orang) dan Matandoi Selatan (2 orang).
Nasir juga menuturkan bahwa pihaknya akan merekrut Tutor yang berpendidikan akhir Sarjana yang ada di Pinolosian Timur.
“Metode pembelajarannya dilihat berdasarkan jumlah buta aksara di setiap desa. Misalnya 1 Tutor ini akan bertanggung jawab kepada 10 orang, namun jika di bawah dari 10 orang tetaplah 1 Tutor. Sedangkan jika di atas 10 orang harus 2 Tutor,” tandasnya.
Peliput: Ical Pulumoduyo
Redaktur: Gito Simbala






Comment