mediatotabuan.co, Kotamobagu – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kotamobagu, menggelar pertemuan untuk membahas sejumlah masalah jelang perayaan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, Jumat (7/05).
Agenda tersebut, difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, dan dipimpin Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara didampingi Wakil Walikota Nayodo Koerniawan, dihadiri Ketua Dewan Meyddi Makalalag, Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Raja Gunung Nasution, dan diikuti seluruh pimpinan OPD dijajaran Pemkot Kotamobagu.
Pertemuan yang dilaksanakan di Rumah Dinas (Rudis) Walikota Kotamobagu ini, membahas diantaranya berhubungan Covid-19 yaitu pelaksanaan Idul Fitri, mengantisipasi kerumunan warga, serta arus mudik lebaran, peniadaan pasar senggol, kelangkaan pasokan barang.
Dalam sambutan Walikota, memberikan ucapan terima kasih kepada Forkopimda Kotamobagu serta tamu dan undangan atas kehadirannya.
Menurutnya, pertamuan ini sangat penting mengingat masa pandemi belum berakhir dan umat muslim akan menghadapi lebaran Idul Fitri.
“Tentukan sesuai materi pembahasan bersama seluruh Forkopimda menyambut lebaran Idul Fitri,” kata Tatong.
“Beberapa hal sangat urgen dibahas pertama soal status Kota Kotamobagu terkait Covid-19 yang kembali turun sesuai penyampaian Dinas Kesehatan Kotamobagu. Karena mengingat juga pelaksanaan Idul Fitri, sehingga dibahas terutama pelaksanaan sholat sesuai Prokes,” tambahnya.
Lanjutnya, Kota Kotamobagu, saat ini berada di zona kuning Covid-19.
“Jika orange, tentu belum bisa dilaksanakan, namun sebagaimana penjelasan dari Dinas Kesehatan bahwa status Kotamobagu sudah turun dari zona orange menjadi kuning. Dimana dari 109 orang kini tinggal 10. Apabila dihapus sebanyak 99 orang karena telah dinyatakan negatif/sembuh, artinya kita bisa melaksanakan Sholat Idul Fitri di masjid atau dilapangan, dan status ini terus dipantau pusat maupun provinsi. Jika tidak ada penurunan dan tetap melaksanakan sholat di masjid maupun lapangan, akan ada finalti karena undang-undang. Alhamdulillah, terjadi penurunan di Kota Kotamobagu,” tutur Tatong.
“Sehingga ini yang perlu dibahas bersama bagaimana angkanya tidak naik lagi, terutama soal transportasi darat yang akan terjadi lompatan saat seperti ini, bagaimana mengantisipasi tumpukan masyarakat ke Kota Kotamobagu. Sehingga butuh penanganan bersama dan kerja sama semua pihak khususnya TNI-Polri,” tuturnya lagi.
Selain itu, untuk melakukan pencegahan maka akan mendirikan posko di perbatasan.
“Selain mengontrol warga yang masuk, juga soal mudik lebaran,” ungkapnya.
Kemudian pemerintah telah meniadakan Pasar Senggol, sehingga mohon kerja sama Forkopimda terutama TNI-Polri untuk penertiban ketika ada pedagang yang memaksakan membuat pelataran.
“Hal-hal itu akan dibahas secara teknis dan menjadi titik tumpu untuk pembahasan Pemkot dan Forkopimda,” tuturnya.
Selain itu, Walikota Tatong Bara mengatakan, ASN tidak melakukan open house dan halal bihalal.
“Tentu dengan harapan bersama tidak terjadi kerumunan serta kenaikan angka Covid-19 di Kota Kotamobagu,” tambahnya.
*






Comment