oleh

Sempat Sepi, Jasa Pembuat Kartu Undangan Wajib Cantumkan Prokes Covid-19

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Jasa pembuatan kartu undangan hajatan di Kotamobagu kini mulai bergeliat, setelah pemerintah membolehkan melaksanakan kegiatan resepsi pesta nikah dengan syarat perketat protokol kesehatan Covid-19.

Diketahui, semenjak ada kebijakan pembatasan menyelenggarakan hajatan di wilayah Kotamobagu, sejak awal tahun hingga akhir 2020, bisnis jasa pembuatan undangan lesuh nyaris tak ada orderan. Namun, semenjak Desember tahun lalu jasa ini mulai bergeliat.

Meski pemerintah Kota Kotamobagu membolehkan melaksanakan hajatan hidup (resepsi pesta nikah), namun seluruh rangkaian acara wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19, termasuk mencantumkannya di lembar kartu undangan.

Hal itu dikatakan Satgas Covid-19 dr Tanti Korompot, bahwa pelaksanaan hajatan di Kotamobagu sudah diperbolehkan tapi wajib mematuhi protokol kesehatan secara ketat, yakni 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Setiap undangan yang hadir wajib memakai masker, dan panitia kegiatan menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun. Agar tidak terjadi kerumunan, para hadirin yang hadir tidak boleh duduk dan diacarakan seperti biasanya, tapi hanya datang bersalaman itupun salam Corona, setelah makan langsung pulang.

“Kebijakan ini dibuat agar warga Kotamobagu, akan terbiasa dengan perubahan perilaku dalam menghadiri sebuah pesta dimasa pandemi Covid-19,” kata Tanti, Selasa (25/05).

Salah satu salah satu jasa pembuat undangan di Kotamobagu, Toni Mokolanut mengatakan dimasa pandemi Covid-19, di setiap design undangan wajib mencantumkan prokes, sepertia ada gambar memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berjabat tangan dan tidak berkerumun.

“Wajib bagi semua jasa pembuat undangan mencantumkan prokes, bila tidak kartu undangannya tidak boleh diedarkan, kami telah mengikuti sosialisasi dari pemerintah,” kata Toni, Selasa (25/05).

Senada dikatakan Onong Paputungan owner jasa Galeri Undangan Kotamobagu, karena bila tidak mencantumkan prokes maka pemesan tidak mau membayarnya, otomatis kami rugi.

“Pencantuman prokes di undangan juga sebagai upaya sosialisasi mengubah perilaku masyarakat saat menghadiri pesta atau hajatan,” kata Onong.

Diketahui, pelaksanaan resepsi pernikahan di Kotamobagu diacarakan secara resmi, tempat duduk diatur berjejer sesuai kapasitas ruangan, rangkaian agenda memakan waktu sekitar dua jam. Dalam sesi acara ada sambutan keluarga, nasihat perkwainan, sambutan pemerintah, foto bersama, makan bersama dan salaman. Namun, semenjak Covid-19 melanda seantero dunia, resepsi pernikahan di Kotamobagu, bisa dilaksanakan asal patuhi protokol kesehatan.

   

Penulis: Fahmi Gobel

Komentar