mediatotabuan.co, Kotamobagu – Upaya untuk menakan angkan Stunting oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, dari 29,03 persen, menjadi 5,32 persen bahkan 4,94 persen dikatakan berhasil.
Pasalnya, selama dua tahun sejak 2019 dan 2020, Pemkot Kotamobagu berhasil menekan angka Stunting menjadi 5,32 persen pada 2019, dan pada 2020 menjadi 4,94 persen atau 0,38 persen dari tahun sebelumnya.
Ini diungkapkan Wali kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, saat memaparkan keberhasilan Pemkot Kotamobagu dalam menekan angka Stunting di Kota Kotamobagu, pada Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Penanganan Stunting se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) 2021, Rabu (02/06).
“Ini dibuktikan dengan keseriusan pemerintah Kota Kotamobagu dalam menangani stunting yang masuk dalam standar pelayanan minimal serta menjadi prioritas nasional dan provinsi yang tergambar pada data “time series”,” kata Tatong.
“Dari data berikut menunjukan keberhasilan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam menekan angka stunting pada tahun 2019 menjadi 5,32 persen dimana sebelumnya angka stunting Kotamobagu berada pada 29,03 persen,” katanya lagi.
Ia menjelaskan, tren positif penanganan angka stunting di Kota Kotamobagu terus berlanjut ditahun selanjutnya.
“Pada tahun 2020, capaian prevalensi stunting Kotamobagu berada pada angka 4,94 persen atau turun menjadi 0,38 persen di tahun sebelumnya,” tambahnya.
Keseruisan dan keberhasilan Pemkot Kotamobagu dalam menekan angka Stunting di Kota Kotamobagu ini, mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.
Penulis: Gito Simbala






Comment