Marif: Penerapan praktik 3T sama pentingnya dengan perilaku 3M

mediatotabuan.co, Bolmong – Camat Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Marif Mokodompit, menegaskan praktik 3T sama pentingnya dengan perilaku 3M dimasa pandemi Covid-19.

Namun, penerapan 3T masih butuh sosialisasi kepada masayarakat luas, sedangkan 3M sudah tersosialisasi dengan baik, hanya saja peningkatan kesadaran yang perlu ada upaya serius semua pihak agar penerapannya bisa sesuai dengan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.

Marif mengatakan, pihaknya masih tetap melakukan patroli dengan aparat Kepolisian dan TNI di wilayahnya terkait penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Posko-Posko Covid-19, di setiap desa sudah ada hanya saja butuh dikontrol agar difungsikan dengan baik.

“Tujuan dari posko di desa agar mengubah perilaku hidup sehat masyarakat dimasa pandemi Covid-19, supaya taat 3M dan mempraktikan 3T,” kata Marif, Minggu (29/08).

Dijelaskan, soal 3M sudah membudaya dengan baik meskipun pasti masih ada juga warga yang enggan melaksanakan protkes tersebut. Tapi soal 3T ini yang masih butuh kerja keras agar informasinya bisa sampai ke masyarakat, yang tujuannya memutus mata rantai penyebaran Covid-19..

Tracking atau penelusuran/pelacakan kontak adalah identifikasi orang-orang pernah kontak dekat dengan orang diduga menderita penyakit menular yang saat ini Covid19, sedangkan testing adalah pemeriksaan dini dan treatment adalah perawatan bila orang telah terpapar Covid-19. Nah ini yang harus disosialisikan,” kata Marif.

Sangadi (kepala desa) Bulud, Kecamatan Passi Barat, Nurhadin Mokodongan, mengatakan Posko Covid-19 masih diberlakukan sebagai tempat koordinasi penanganan Covid-19. Sedangkan para petugasnya masih terus sosialisasi soal pandemi ini.

“Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak masih terus disosialisasikan agar mengubah perilaku masyarakat dimasa pandemi Covid-19, terutama kesadaran menerapkan protkes 3M,” kata Nurhadin.

Tokoh Pemuda Passi Barat, Ali Mokodongan mengatakan masker sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Ia dan keluarganya menjadikan masker sebagai bagian dari kebutuhan hidup, begitupun hand sanitizer akan selalu dibawa serta saat keluar rumah.

“Untung saja anak-anak masih sekolah dan kuliah online jadi kadang keluar rumah, sehingga kurang bersentuhan dengan orang luar. Kami keluar bila ada keperluan mendesak,” aku Ali.

Dengan seperti itu kata Ali, keluarga intinya hingga saat ini masih aman dari paparan Covid-19. Intinya kata Ali ikuti saja imbauan pemerintah 3M, dan kini keluarganya juga sudah mengikuti program vaksin.

Alhamdulillah, belum terpapar Covid-19, bukan berari kami sehat terus tapi sakit dengan cirri-ciri Corona belum pernah kami rasakan. InsyaAllah tidak akan terpapar,” katanya sembari berdoa.

 

Penulis: Fahmi Gobel       

Comment