Rudy Mokoagow Bawa Tren Positif PT Tirta Bukaka Bolmong

Bolmong – Perushaan Daerah (Perunda) PT Tirta Bukaka Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), sejak dibawa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur, Rudy Mokoagow, mengalami tren positif.

Padahal, Perusahaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong yang bergerak dibidang air bersih tersebut, sebeleumnya, sempat terseok-seok untuk bangkit.

Bahkan, gaji karyawanya sempat menungak. Namun, saat ini masalah tersebut sudah berhasil diatasi dan karyawannya dapat berkerja dan bernafas legah tanpa harus memikirkan hak mereka apa akan terbayar bulan ini atau tidak.

Sejak dipercayakan sebagai Plt Direktur Perusahaan “plat merah”, sejak tahun lalu (2025), Rudy Mokoagow, langsung tancap gas melakukan pembenahan diinternal manajemen.

Baik system kerja karyawan, pelayanan, terutama soal keungan Perusahaan.

‎‎“Dari awal saya masuk, PDAM dalam kondisi minus. Alhamdulillah, sekarang sudah ada peningkatan sekitar 20 persen. Kondisi keuangan jauh lebih stabil, bahkan cukup untuk tiga bulan ke depan,” ungkap Rudi, beberapa waktu lalu.

‎Selain kebijakan pembayaran, Rudi juga mengedepankan pendekatan persuasif terhadap pelanggan yang masih menunggak. Cara ini lebih efektif dibanding pencabutan meteran, terbukti piutang mulai berkurang signifikan.

“Sejak masuk, saya mempelajari dan melakukan pemetaan apa yang menjadi kendala di Perusahaan. Butuh reformasi kebijakan salah satunya terkait dengan pembayaran tunggakan pelanggan. Jika sebelumnya pelanggan diwajibkan melunasi tiga bulan tunggakan ditambah iuran berjalan, kini cukup satu bulan tunggakan plus iuran bulan berjalan,” tutur Rudy.

‎Kebijakan ini dinilai lebih realistis, meringankan beban pelanggan sekaligus menekan angka piutang.

“Hasilnya, arus kas PDAM membaik dan perusahaan tak lagi khawatir setiap kali tiba masa pembayaran gaji,” tuturnya lagi.

‎“Tujuan utama dari penguatan PDAM adalah menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih baik untuk masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” tambahnya.

Comment