Penjual Rujak Ini Justru Raup Untung selama Pandemi Covid-19

mediatotabuan.co, Bolsel – Hanya sebulan setelah pandemi Covid-19 tahun 2021 silam, penjual rujak keliling Yono Effendi hasilnya menurun. Tapi setelah itu, justru penjualan laris manis dan bisa meraup sampai 1,5 Juta rupiah per hari. Rahasianya, pakai sarung tangan plastik dan masker jangan dilepas.

Yono akhirnya bisa meraup untung besar menjual rujak dimasa pandemi Covid-19. Saat bersua media ini, Yono sedang meracik rujak dan mulai menaruhnya di mika plastik sesuai pesanan pelanggannya, di Desa Molibagu Kecamatan Bolaang Uki, Selasa (31/08).   

“Yang mika kecil lima ribu rupiah, yang besar sepuluh ribu rupiah,” kata Yono, kepada media ini.

Saat ditanya bagaimana hasil penjualan selama pandemi Covid-19, Yono menjawab penjualannya justru naik. Tidak tahu kenapa sampe bisa begitu, hanya kira-kira sebulan awal Corona, Ia susah jualan, mungkin saja kata Yono orang masih curiga jangan sampai saya ini membawa virus.

“Hanya awal Covid-19 saja saya susah jualan, tapi setelah itu jualan rujaknya laku, bahkan bisa mencapai 1,5 Juta rupiah saat hari pasar di Bolsel. Dihari biasa bisa meraup lima ratusan ribu,” kata Yono.

Tapi untuk meyakinkan pelanggan, Yono tak melepas masker dan menggunakan sarung tangan plastik saat mengiris tipis buah Nenas, buah Mangga, buah Kedondong, buah Ketimun, buah Pepaya. Dan gulanya kata Yono, ada dua macam yang sudah dibungkus-bungkus, ada pedas manis dan ada yang hanya manis saja.

“Kan selalau nonton berita di televisi dan dengar sosialisasi dari pemerintah bagaimana mengikuti anjuran protokol kesehatan (protkes) covid-19. Kan harus sesuai 3M,” kata Yono tersenyum.

Disinggung apakah tidak takut dengan bahaya virus Corona, karena selalu berada di luar rumah menjajakan rujak, Yono menjawab asalkan ikhtiar dengan memakai masker, dan menjaga jarak. Iapun mengaku selalu sering cuci tangan untuk menjaga kebersihan, adapula hand sanitizer dibawa serta untuk mensetrilkan tangan.

“Saya jualan menggunakan motor dengan lemari kecil ini, dan tetap merawat kebersihkan agar selalu bersih,” aku Yono, yang tinggal di Desa Mopuya, Bolaang Mongondow.

Diceritakan, ada juga pelanggannya yang membeli sampai 10 bungkus, katanya menurut dokter dimasa pandemi Covid-19, harus banyak makan buah, mungkin itu kata Yono sehingga jualannya laris.

“Mungkin itu pak, karena ada pelanggan saya beli sampai 10 bungkus, katanya dokter bilang harus banyak makan buah karena mengandung vitamin C untuk meningkatkan imun tubuh,” jelas Yono.

Rute jualannya kata Yono bukan hanya ke Bolsel saja, tapi menyusuri desa-desa juga di Bolmong sampai Kota Kotamobagu, menggunakan motor. Setiap pagi dia sudah keluar rumah dan pulang sore hari, Ia istirahat bila kurang sehat dan tidak bisa bawa kendaraan roda dua miliknya.

“Saya semangat jualannya pak, karena selama pandemi ini justru hasilnya meningkat, kecuali hujan sejak pagi hari itu karena alam,” kata Yono (44).

Ditanya apakah mengerti dengan 3M, Ia langsung menjawab memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Itu kan banyak baliho bisa ditemui dijalanan. Dan memang saya harus mengikutinya agar pelanggan juga melihat saya ikuti protokol kesehatan.

“Mungkin itu juga sehingga jualan saya laris, karena selalu memakai masker dan memakai sarung tangan saat mengiris buah,” katanya sembari tertawa.

Meski jualannya laku keras, tapi Yono berharap Covid-19 segera berakhir agar Ia pun bisa berjualan dimana saja, tidak seperti saat ini masih ada pembatasan jam.

“Kalau sekarang kan jam delapan malam sudah tidak bisa jualan lagi, siapa tahu kalau Covid-19 sudah hilang jualan saya akan semakin laris,” kata Yono sembari mengamini agar pendemi cepat selesai.

  

Penulis: Fahmi Gobel

Comment