Dosen Universitas Trinita Manado Ini Mengajar Melalui online juga Lebih Taat 3M

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Mengajar dengan memanfaatkan jaringan internet masih menjadi pilihan beberapa pengajar. Salah satu dosen Universitas Trinita Manado, Devita Anggraini, belum berani tatap muka dalam kelas karena masih dalam masa pandemi Covid-19, meski demikian 3M wajib dipatuhi.

Untung saja kebijakan kampus tempatnya bekerja masih serba online dalam kegiatan akademik, salah satunya belajar mengajar. Sehingga dosen di Fakultas IPTEK dan Keguruan ini memilih pertemuan melalui jaringan internet dengan para mahasiswa.

“Saat ini masih belum ada tatap muka, jadi memberikan mata kuliah kepada mahasiswa masih lewat online,” kata Devita, yang lulus S2 PGSD di Universitas Negeri Manado ini, Selasa (28/9).

Menurutnya, mengajar online membuat Ia lebih nyaman, apalagi saat ini kondisinya sedang dalam keadaan hamil. Nah, dimasa pandemi Covid-19, orang tua, anak-anak dan ibu hamil sangat rentan terserang virus, Ia pun lebih sering berada dalam rumah, nanti ada keperluan penting baru keluar rumah, tapi dengan protokol kesehatan (protkes) Covid-19.

“Itupun dengan protkes Covid-19, masker tidak dilepas, bila keperluan hanya di pinggir jalan tidak turun dari mobil, atau membeli sesuatu di pesan melalui online. Untung saja saat ini banyak kemudahan, semua serba digital dan online,” kata perempuan tiga anak ini.

Menurutnya, kampus tempat Ia mengajar ada di Manado, dan dia bersama keluarga tinggal di Kotamobagu, berjarak sekitar 3 sampai 4 jam perjalanan lewat darat. Tapi dimasa ini kegiatan kampus tetap berjalan, tapi dengan mengandalkan jaringan internet. Memang katanya lebih bagus tatap muka, namun untuk menghindari jangan sampai ada korban terserang Covid-19, pilihan kuliah secara online sudah sangat tepat.

“Toh tidak mengurangi kualitas kita mengajar, dan saat dalam ruang online kita harus tegas kepada mahasiswa agar kamera tetap dinyalakan agar interaksi saat belajar tetap ada. Yah kurangnya, kita tidak banyak melakukan praktik,” kata Devita, saat ditemui di rumahnya Kelurahan Mongkonai, Kota Kotamobagu, usai memberikan mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia kepada mahasiswa semester V Keguruan.

Kata Devita, mau tidak mau perubahan perilaku selama pandemi ini harus dilakukan demi menjaga kesehatan agar tidak terserang virus Corona. Imbauan pemerintah agar taat dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), harus dilakukan agar keluarga kita selamat dari ancaman virus mematikan itu.

“Saya sedang hamil tiga bulanan dan ada anak Balita umur 3 tahun lebih dan anak paling tertua sedang sekolah di Madrasah, jadi untuk menghindari covid-19, maka pilihnnya 3M wajib diikuti. Anak saya yang umur tiga tahun lebih harusnya sudah bisa ikut PAUD tapi masih ditunda sampai Covid-19 ini benar-benar berakhir,” katanya.

Ditambahkan, dia juga mengajar di Universitas Terbuka (UT) sebagai tutor, yang barusan dihubungi karena akan mulai perkuliahan lagi di semester ini, dan sama dengan di Universitas Trinita, tetap juga melalui onlie.

“Karena memang kampus juga sedang berupaya membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, salah satu cara belajar online agar tidak terjadi kerumunan dan kontak langsung anta orang per orang,” katanya, sembari berharap pandemi segera berakhir agar akvitas kampus akan seperti biasa sehingga kualitas pendidikan di Indonesia akan lebih meningkat lagi.

 

 

Penulis: Fahmi Gobel

Comment