mediatotabuan.co, Bolmong – Turun langsung verifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sudah menjadi tugas pendamping. Agar terhindar dari ancaman terjangkitnya virus, Fitriyah harus lengkap dengan masker, hand sanitizer dan menjaga jarak (3M).
Fitri sapaan akrabnya harus turun bila memverifikasi data penerima program PKH. Bertemu langsung tidak bisa dihindari demi keakuratan data. Situasi saat ini (pandemic Covid-19), harus lebih hati-hati jangan sampai terjangkit dengan virus Corona.
“Harus turun lapangan menemui penerima PKH, karena terkait keakuratan data,” kata Fitri saat bertemu media ini, Kamis (30/9).
Wilayah kerjanya butuh sekitar 30 menit dari rumahnya di Desa Nonapan II, Kecamatan Poigar, karena berada di kecamatan tetangga yakni Bolaang Timur. Pun ysng sksn ditemui ada pula Lansia, jadi harus memakai masker, dan membawa hand sanitizer untuk mensetrilkan tangan.
“Dan memang kita harus jaga jarak, untung kami sudah dibekali untuk turun langsung menemui warga penerima PKH,” kata lulusan D III Kebidanan Kotamobagu ini.
Menurutnya, ilmu kesehatan dan keselamatan kerja pernah ia dapatkan saat dibangku kuliah, sehingga sudah cukup pengetahuan bila turun ke lapangan. Intinya kata Fitri, saat ini semua harus saling menjaga.
“Kita jaga kesehatan demi keluarga, juga harus menjaga masyarakat yang akan ditemui,” kata Fitri.
Belum lagi ia masih memiliki ibu yang sudah tua berumur 60-an tahun yang harus juga dijaga kesehatannya dimasa pandemi Covid-19. Jadi apabila pulang ke rumah, langsung mandi, pakaian yang digunakan langsun juga dicuci atau direndam dengan sabun.
“Setelah itu baru mengurus anak-anak, kebetulan saya juga punya anak bayi dan balita yang harus dijaga dari ancaman Corona,” kata Fitri lagi.
Terkadang kata Fitri karena punya basic ilmu kesehatan saat turun menemui masyarakat dampingan, juga menjelaskan bagaimana cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dan untuk menghindarinya, harus ikuti anjuran 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
“Itu juga yang selalu disampaikan kepada masyarakat saat turun ke lapangan,” kata Fitri.
Menurut Fitri, pentingnya mengubah perilaku dimasa pandemi Covid-19 ini, agar secara bersama-sama saling menjaga.
“Karena yang turut menjaga adalah semuapihak, menghentikan pandemi dilakukan secara bersama-sama, dan jangan lengah,” pesan Fitri.
Penulis: Fahmi Gobel






Comment