“Kami adalah kumpulan anak anak muda yang pulang kampung dan hanya bermodalkan ide kreatif, inovatif dan semangat yang harus direalisasi,” kata Iyai Arbie.
Iyai adalah seorang entertain juga “jago” sebagai pembawa acara (master of ceremony). Selama menjadi MC dimasa pandemi Covid-19, kerap ia lontarkan kalimat anjuran menaati protokol kesehatan (protkes) Covid-19 3M. “Jangan lupa pakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak,” kata Iyai setiap sela membawakan acara.
Setiap pagi Iyai bisa dijumpai di Jalan Adampe Dolot, sekitar Masjid At Taqwa Kelurahan Mogolaing, Kota Kotamobagu. Bagi penikmat bubur ayam di pagi hari, bisa mendatangi gerobak bubur ayam Kang Iyai milik Iyai Arbie.
Iyai awalnya berkiprah di Kepulauan Kalimantan, ia mengelola ivent organizer, yang harus pulang kampung ke Kotamobagu, tatkala pemerintah tak membolehkan ada acara apapun karena pandemi Covid-19 melanda seantero dunia.
Kegalaunpun menyelimutinya saat berada di Kotamobagu. Covid-19 mulai melandai, sementara kreativitasnya masih terkungkung karena taka ada teman sepemikiran. Ternyata bukan hanya Iyai yang pulang kampung, ada beberapa anak muda juga bernasib sama seolah terusir karena pandemi Covid-19, di perantauan.
Satu per satu pemuda kreatif itu mulai bertemu, mereka saling mengeluh dan akhirnya munculah ide brilian satu per satu, mereka punya basic (keahlian) berbeda, tapi satu pemikiran sebagai anak muda Kotamobagu, harus bangkit dari pandemi dan lebih kreatif lagi untuk ekonomi.
Pemikiran senada melahirkan sebuah komunitas Pergerakan Kota, didalamnya sekumpulan anak muda dengan segala latar kelebihan masing-masing. Mulai Iyai dan kawan-kawannya berkreasi dengan modal semangat dari sisa-sisa pandemi.
Pun usaha mikro, kecil menengah dilahirkan, mereka memunculkan usaha-usaha baru, namun dalam satu lingkaran saling membutuhkan. Adalah cabo’ istilah untuk pakaian bekas import dari luar negeri menjadi salah satu usaha yang disasar. Mereka mendaur ulang pakaian ini, dan memodivikasinya sehingga di trend-kan lagi.
Bagaimana cara agar dagangan laku? ada teman lainnya yang lihai bermain media sosial untuk jualan. Tapi agar pakaian daur ulang ini terlihat lagi trend, merekapun mendidik pemuda dan pemudi yang hobi fashion show, maka lahirlah model-model baru untuk pamerkan pakaian daur ulang, pun pasar tradisional pernah dijadikan lokasi fashion show (ide luar biasa).
“Entah itu pemikiran dari mana hanya muncul dengan sendirinya, disaat kami senasib bertemu dari tanah rantau. Kami hanya inginkan beda itu boleh, dan kreativitas harus ditumbuhkan agar ide-ide lain akan muncul, sebab memulai itu sulit dan tanpa dimulai kita tidak tahu apa yang terbaik,” kata Iyai saat berbincang dengan media ini, Minggu (31/10).
Kini komunitas Pergerakan Kota, telah melahirkan berbagai ide kreatif lain ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda. Di dalam komunitas itu, belum terlalu banyak orang sehingga kerja kolektif pun menjadi pilihan, profesional harus, tapi tuntutan kerja bersama lebih diutamakan agar pekerjaan bisa tuntas dan memuaskan.
Sabtu (30/10) malam, Pergerakan Kota sukses menggelar acara Urban Street Fashion Day (USFD) 2021, meskipun kegiatannya begitu sederhana karena masih dalam suasana pandemi, tapi suksesnya luar biasa, semangat anak-anak muda menggelar fashion show dari pakaian daur ulang, penampilan berbagai group music dan stand up komedi mampu menghibur di malam minggu itu.
Pergerakan Kota tidak memiliki banyak modal menjalankan usaha kreatifnya, belum ada pihak yang mensuport dari segi dana agar UMKM yang mereka gerakan berputar dan memiliki pasar sendiri. Padahal, ide-ide ekonomi berbasis komunitas tersebut adalah jejaring saling mengait satu sama lain. Sebuah kelompok hanya modal terbatas dan ingin merangkak dengan tujuan meningkatkan taraf hidup lebih baik lagi.
UMKM yang digagas Pergerakan Kota, sebenarnya menjadi tujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini. Seperti dilansir dari laman presidenri.go.id, dipublis 31 Oktober 2021, Jokowi mengatakan peran perempuan dan UMKM bagi kemajuan bangsa merupakan keniscayaan. Bagi Indonesia, UMKM adalah sendi utama perekonomian. Indonesia memiliki lebih dari 65 juta unit UMKM yang berkontribusi terhadap 61 persen perekonomian nasional.
Mungkin UMKM yang dikelolah Pergerakan Kota adalah salah satu yang dimaksud Jokowi, yang harusnya bisa disuport pemerintah. Sebab dalam komunitas tersebut, banyak juga perempuan yang terlibat aktif menggerakan usaha kecil mereka. Berbagai usaha kecil sudah dinampakan, mulai pakaian daur ulang, studio film sederhana, salon kecantikan, kuliner dan beberapa jenis usaha lainnya.
Iyai dan kawan-kawanya hanya ingin memberdayakan anak muda lewat UMKM, dengan tujuan menunjukkan ketangguhan di tengah pandemi. Bahwa ekonomi harus bergerak, disaat Covid-19 mulai melandai, maka kesempatan meningkatkan perekonomian.
“Kami hanya ingin meningkatkan pendapatan di UMKM, target tidak besar, minimal gerakan yang kami lakukan tetap jalan, sebagai motivasi bagi anak muda lain, bahwa siapapun boleh berkreasi yang berujung untuk ekonomi,” kata Iyai.
Seperti dikatakan Jokowi, bahwa Indonesia telah mengalokasikan USD17,8 miliar kredit usaha rakyat (KUR) dan USD1,1 miliar bagi Program Produktif Usaha Mikro dan 63,5 persen
Khusus untuk pengusaha perempuan mikro dan ultra-mikro, Indonesia telah mengembangkan skema pemodalan khusus yang disebut program Mekaar “Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera”.
Peluang yang digelontorkan pemerintah tersebut harus ditangkap komunitas Pergerakan Kota. bilapun itu didapatkan, maka akan menjadi pilot project di Kotamobagu, bahwa anak muda bisa bikin usaha, dan mendapat topangan pemerintah.
Dikelompoknya Iyai juga ada beberapa yang bisa teknologi modern, seiring dengan program Jokowi, soal digitalisasi. Sebab, saat ini e-commerce menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia. Peluang ini juga bisa direbut Perubahan Kota, karena di masa pandemi sudah ada 8,4 juta UMKM Indonesia telah memasuki ekosistem digital.
Iyai menanggapi, bila pentingnya transformasi digital di lingkup UMKM, dan hal itu akan makin kuat. Namun, mereka sendiri belum mendapat dukungan dari sisi kebijakan. Padahal, pemerintah telah melakukan upaya mendukung UMKM seperti kemitraan BUMN dengan UMKM, kemudahan izin usaha, dukungan inkubasi bisnis, penguatan koperasi dan lainnya.
Kebijakan pusat tersebut seharusnya menjadi angin segar bagi pengembangan UMKM didikan Pergerakan Kota, sebab Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, konsen dengan urusan UMKM. Ia menginkan Sulut sebagai role model penerapan UMKM.
Informasi dirangkum, di Sulut sendiri akan ada 150.000 pelaku UMKM yang bakal menerima KUR-BPUM jadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Program ini untuk melindungi para pelaku penerima bantuan terutama pelaku UMKM.
Kata Iyai, pihaknya memilih UMKM sebagai penggerak ekonomi karena dengan latar belakang anggota yang berbeda-beda. Ia ingin menyatukan perbedaan itu, dalam konsep ekonomi kreatif dan produktif.
“Karena tujuan kami adalah menumbuhkan kembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan merangkul anak muda yang ingin berkreasi tapi belum punya tempat, maka marilah berkumpul di Perubahan Kota,” kata Iyai.
Memilih UMKM bukan tanpa alasan, sebab usaha mikro ini ada tiga jenis usaha, yakni usaha kuliner, usah di bidang fashion dan agribisnis. Nah, di dalam Pergerakan Kota dua usaha yakni kuliner dan fashion sudah mulai dijalankan.
Ia berharap, pandemi cepat belalu agar menuangkan kreatfitas akan lebih luas lagi. Tapi, meskipun Covid-19 sudah melandai namun upaya untuk membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 harus tetap dilakukan. Makanya, saat membuat iven, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah apakah boleh atau tidak.
“Karena kami yang pulang kampung ini rata-rata adalah korban pandemi Covid-19, dan ingin berkreasi di daerah sendiri. Kreativitas itu juga seiring dengan perubahan perilaku secara pribadi ditengah pandemi,” tutup Iyai.
Penulis: Fahmi Gobel






Comment